Paguyuban Pedagang Sunmor UGM Demo Tolak Relokasi

Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Himpunan Paguyuban Sunmor UGM, menggelar unjuk rasa, Kamis (6/2/2014).

Paguyuban Pedagang Sunmor UGM Demo Tolak Relokasi
Tribun Jogja
Himpunan Paguyuban Sunmor UGM menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran UGM, Yogyakarta, Kamis (6/2/2014) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Himpunan Paguyuban Sunmor Universitas Gadjah Mada, menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran kampus tersebut, Kamis (6/2/2014).

Pengunjuk rasa yang mengenakan pita berwarna hijau muda ini, mulai memenuhi area jalan di sisi utara bundaran sejak pukul 10.50 WIB.

Mereka membawa spanduk berisi sejumlah tuntutan, seperti penolakan relokasi pasar dadakan yang beken dengan nama Sunmor (Sunday Morning) dari Jl Notonagoro-Jl Olahraga ke lingkar timur UGM.

Selain itu, mereka juga membawa spanduk berisi pernyataan kesiapan untuk ditata, dan mempertahankan Sunmor sebagai kawasan wisata Yogyakarta.

Mereka juga poster yang mempertanyakan mengapa Sunmor yang hanya berlangsung selama enam jam dalam seminggu harus digusur.

"Rektor harus prorakyat, temuilah kami," bunyi tulisan dalam kertas spanduk yang dibawa seorang pengunjuk rasa.

Sejumlah pengguna jalan yang melintas di bundaran UGM, tampak memelankan laju kendaraannya untuk melihat aksi tersebut. Sementara itu, sejumlah anggota kepolisian mengatur jalan pada sisi utara bundaran.

Untuk diketahui, Sunmor menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta. Sunmor adalah pasar dadakan yang digelar setiap hari minggu.

Pasar ini berlokasi di sekitar lembah UGM yaitu di jalan Notonegoro, yang berada di antara kampus UGM dengan kampus UNY.

Istilah sunmor, muncul dari kalangan masyarakat dan mahasiswa dengan menjuluki area berdagang di sekitar kampus UGM, dikarenakan hanya hari minggu pagi pasar ini ada.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help