Transaksi Non Tunai Jawa Tengah Meningkat 3 Persen

Transaksi non tunai mengalami mengalami peningkatan sampai 3 persen di banding tahun sebelumnya.

Transaksi Non Tunai Jawa Tengah Meningkat 3 Persen
Logo Bank Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Program penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat yang dilakukan secara non tunai  beberapa waktu lalu, menjadi modal dasar Bank Indonesia untuk memperluas gerakan non tunai di Jawa Tengah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah V  Jateng-DIY Marlison Hakim mengatakan transaksi non tunai mengalami mengalami peningkatan sampai 3 persen di banding tahun sebelumnya.

“Jumlah warkat  menurun sebesar 3,2 persen , rata-rata perkliring 11.800 lembar pada tahun ini, hal ini menunjukkan adanya pergeseran transaksi tunai ke elektronik,”ucapnya pada wartawan, Senin (8/12/2014)

Peningkatan tersebut juga mulai terlihat dengan mulai banyaknya outlet di Semarang dan kota-kota besar lain di Jawa Tengah  yang menggunakan transaksi non tunai. Publik sektor juga sudah terlihat penggunaan  non tunai semisal pembayaran tol di Bawen. Marlison berencana akan menerapkan traksaksi ini di SPBU serta banyak minimarket.

Selain itu,  pihaknya juga akan mengedukasi siswa sekolah untuk menggunakan transaksi nontunai.Di beberapa sekolah unggulan sudah banyak yang mulai menerapkan gerakan ini. Bahkan, siswa sekolah di Yogyakarta yang menggunakan Kartu Siswa untuk membeli buku di Gramedia juga membayar  tarif Transjogja.

"Tidak ada target dalam gerakan ini, namun tahun depan kami akan memperluas dan memasuki tahap melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi di sejumlah sekolah di Semarang, bahkan gerakan transaksi non tunai  2015 mulai diterapkan Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Sultan Agung,” terangnya.

Dia berharap, berharap Pemerintah Daerah juga menerapkan transaksi nontunai melalui elektronik budgetting untuk penggunaan anggaran di masing-masing daerah, seperti yang dilakukan SAMSAT Salah satunya daerah yang sudah menerapkan yaitu Kabupaten Kendal, diharapkan seluruh kabupaten dan kota di Jateng bisa ikut menerapkan gerakan tersebut.

"Pada dasarnya dengan menerapkan transaksi nontunai maka aspek transparansi dan keamanan akan tercapai. Oleh karena itu, transaksi ini penting diterapkan terutama dari sisi penerimaan," tandasnya

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved