Minggu, 31 Agustus 2025

Jumlah ODHA di Kalsel Capai 1.864 Orang, Mayoritas Anak Muda

Tidak cukup sekadar mendekati tapi harus mampu mengajak mereka yang berisiko untuk rajin ikuti kegiatan mulai dari pertemuan sosialisasi hingga tes.

Editor: Eko Sutriyanto
womennewsnetwork.net
Orang dengan HIV AIDS (ODHA). 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Angka pengidap HIV/AIDS atau orang dengan HIV/AIDS di Kalimantan Selatan semakin mengkhawatirkan.

Data hingga Juni 2017, angka Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mencapai 1.864 orang.

Ironisnya, pengidap terbanyak adalah kelompok usia muda antara 20 sampai dengan 29 tahun.

Rekor tertinggi ODHA ditempati Banjarmasin dengan 647 orang, disusul Tanahbumbu (294) dan Banjabaru di urutan ketiga (236 orang).

Yang pasti, mengutip penjelasan Mursalin, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalsel, Kamis (30/11), ancaman HIV/AIDS di Banua kian meningkat tiap tahunnya.

Baca: Gaet Investor Multinasional, Kalsel Tawarkan Investasi Rp 200 Triliun

Disebutkan dia, tren pergerakan jumlah pengidap HIV/AIDS kian mengkhawatirkan.

“Parahnya, tren pergerakan pengidap HIV/AIDS banyak didominasi anak muda,” ucapnya.

Berdasar laporan sampai September 2016, HIV/AIDS di Kalsel paling banyak diidap warga di usia 20-29.

Sementara usia 30 tahun sampai 39 sebanyak 503.

Sementara itu, Bainah, salah satu kader HIV/AIDS dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru, mengakui tak mudah merangkul para kalangan berisiko tinggi HIV.

Dia berujar, tak cukup sekadar mendekati tapi harus mampu mengajak mereka yang berisiko untuk rajin ikuti kegiatan mulai dari pertemuan sosialisasi hingga tes.

“Kebanyakan yang menutup diri karena takut akan hasilnya nanti pascates, saya bilang dan beri pengertian lebih baik tahu daripada tidak sama sekali. Intinya pendekatan harus intens, setiap hari,” katanya.

Bainah mengaku selalu siap membantu. Dia berujar ada pihak keluarga sampai datang ke rumah dan berlama-lama curhat.

“Datang ke rumah malah curhat, ada juga yang minta datangi ke rumah, banyak kasus. Ada yang lelaki berisiko tinggi karena suka selingkuh, suka ‘jajan’,” ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan