Forum Honorer K2 DIY Tolak Usulan Tes CPPPK, Ini Alasannya

Sistem menjadi PPPK ini terlihat memaksakan kehendak karena konsep dan petunjuk teknisnya belum ada

Forum Honorer K2 DIY Tolak Usulan Tes CPPPK, Ini Alasannya
Warta Kota/henry lopulalan
PERKERJA HONORER-Polisi sempat mengamankan demostran ketika Perkerja honorer K2 berunjuk rasa hendak menerobos masuk Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera mengesahkan revisi UU ASN No 5/2015 dan mengangkat semua honorer K2 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes dan batasan usia. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pengurus Forum Honorer K2 DIY, Eko Mujiyanta  menolak PPPK untuk solusi penyelesaian K2 Indonesia.

Pasalnya, sistem menjadi PPPK ini juga terlihat memaksakan kehendak karena konsep dan petunjuk teknisnya belum ada.

“Secara prinsip kami tetap menolak PPPK apapun dalilnya. Ini sifatnya memaksa kehendak BKN dan MenpanRB,” ujarnya kepada Tribunjogja.com, Senin (11/2/2019).

Pemaksaan kehendak tersebut, ujar Eko karena turunan PP dan Juknisnya belum ada.

Selain itu, masa kontrak hanya 2 tahun dan dalam UU ASN tidak ada klausul dari PPPK bisa menjadi PNS.

Selain itu PPPK juga akan jadi profesi yang semula disandangnya atau tidak bisa berkembang, tidak bisa naik jabatan, tidak bisa naik golongan, dan lainnya.

Apalagi PPPK juga tidak mendapatkan tunjangan pensiun dan tunjangan hari tua.

Seorang PPPK juga sewaktu-waktu akan diberhentikan sesuka hati oleh pembuat kebijakan yang menandatangani PPPK dengan pemutusan hubungan perjanjian kerja.

Baca: Viral Penganiayaan Tenaga Honorer SMP Negeri Galesong, Empat Siswa Resmi Dikeluarkan dari Sekolah

Di samping itu, perekrutannya harus melalui enam tahap, bersaing dengab umum dan usia muda 20 tahun sampai masa BUP 58 tahun serta, harus menjalani seleksi administrasi, TKD dan TKB.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved