Khofifah Janji Bakal Tuntaskan Kemiskinan dan Tingkatkan Fasilitas Kesehatan di Jawa Timur

Tidak hanya masalah ketimpangan kemiskinan, isu kesehatan juga akan menjadi perhatian dia dengan pasangannya, Emil Dardak

Khofifah Janji Bakal Tuntaskan Kemiskinan dan Tingkatkan Fasilitas Kesehatan di Jawa Timur
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang didampingi istrinya, Arumi Bachsin usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak kini resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur usai dilantik oleh Presiden Jokowi, Rabu (13/2/2019) sore di Istana Negara.

Selepas dilantik, Khofifah berjanji bakal menuntaskan adanya ketimpangan kemiskinan di desa dengan di kota.

Baca: Jokowi Minta Khofifah dan Emil Langsung Tancap Gas

"Ketimpangan di desa dan kota sangat tinggi, kemiskinannya. Ketimpangan di utara dan selatan. Memang wilayah selatan, wilayah Pak Emil jadi Bupati Trenggalek akan jadi Pekerjaan Rumah (PR) kami bersama untuk membangun penguatan pemberdayaan ekonomi mereka, kesehatan, pendidikan sehingga ada kemajuan yang bisa dirasakan antar Jatim utara selatan," ungkap khofifah di Istana Negara.

Tidak hanya masalah ketimpangan kemiskinan, isu kesehatan juga akan menjadi perhatian dia dengan pasangannya, Emil Dardak.

Khofifah berjanji pada tahun ini, Rumah Sakit Pamekasan akan dinaikkan tingkatnya dari tipe C ke B.

"Artinya‎ Masyarakat Madura bisa mendapatkan percepatan pelayanan secara kualitatif maupun kuantitatif. Layanan kesehatan pasti akan dimaksimalkan karena Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur masih terendah di Provinsi se-Jawa," kata Khofifah.

Terakhir, Khofifah juga menyoroti banyaknya lansia di dalam keluarga miskin yang berada di pedesaan.

Baca: Presiden Jokowi Resmi Lantik Khofifah Sebagai Gubernur Jatim

Mengatasi persoalan itu, Khofifah berjanji bakal mengambil alih 50 ribu lansia di keluarga miskin agar mereka terurusi dengan baik.

"Kemiskinan di desa cukup akut. Beban lansia di keluarga miskin akan kami intervensi. Lansia usia 70 tahun ke atas lewat Program Keluarga Harapan (PKH) plus. Ini bagian dari program kerja 33 hari," kata Khofifah.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved