Serial 'Damarwulan' di Indosiar, Mulai 17 Juni 2013, Inilah Sinopsisnya

Kamis, 13 Juni 2013 21:10 WIB

Serial 'Damarwulan' di Indosiar, Mulai 17 Juni 2013, Inilah Sinopsisnya
Warta Kota/ Nur Ichsan
Damarwulan, serial kolosal di Indosiar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Indosiar Visual Mandiri Bekerjasama dengan Genta Buana Production, mulai 17 Juni 2013 akan mempersembahkan sinetron drama kolosal Damarwulan, yang membawa penonton pada suasana jaman kerajaan Majapahit yang mengambil lokasi syuting di Desa Sodong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang berdiri di atas tanah seluas 25 ribu hektar.

Dan inilah sinopsis sinetron drama kolosal "Damarwulan" itu....

Suara gong tiba-tiba bergema dari arah alun-alun Kerajaan Majapahit, saat Ratu Kencana Wungu yang bertahta di Kerajaan Majapahit menggelar sayembara bagi siapa saja yang bisa membunuh Kebo Mancruet, pemberontak yang selama ini membuat resah dan bernafsu untuk mengguulingkan sang ratu dari tahtanya, bagi yang berhasil akan dijadikan suaminya menjadi raja di Keraton Majapahit.

Meskipun banyak pendekar tangguh yang ikut sayembara itu, tetapi belum juga ada yang berhasil mengalahkan pemberontak yang aksinya semakin menggila itu, karena Kebo Mancruet yang memang terkenal memiliki ilmu kedigdayaan yang tinggi.

Pada saat kondisi semakin mendesak itulah muncul tokoh pemuda tampan berilmu tinggi bernama Jaka Umbaran, lewat pertarungan seru dan alot, Jaka Umbaran akhirnya bisa mengalahkan dan membuat Kebo Mencruet bertekuk lutut dan membawa serta kepala musuhnya itu ke hadapan Ratu Kencana wungu, sambil menagih janji sang ratu yang akan menikahinya dan menjadikannya raja di Majapahit.

Bagaikan mendengar petir di siang bolong, betapa terkejutnya Jaka Umbaran, ternyata Ratu kencana Wungu mengingkari janjinya, ia beralasan Jaka Umbaran sudah tidak gagah dan setampan dulu lagi, pasalnya kondisi Jaka Umbaran pasca bertarung mengalahkan Kebo Mancruet, telah membuatnya cacat fisik, kakinya yang dulu kuat dan kekar telah menjadi pincang dan tangannyapun patah.

Setelah menjadi cacat, Jaka Umbaran pun mengganti namanya menjadi Minak Jinggo, tetap tak mau menyerah untuk mendapatkan sang ratu, dengan menggunakan senjata gada saktinya dia terus melakukan segala upaya agar Ratu Kencana Wungu mau menepati janjinya.

Halaman
123
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help