Kisah Edy Triyanto, Pria Blitar yang Jadi Kepala Koki Restoran di Darwin
Restoran Tim\'s Surf and Turf yang cukup ternama berdiri di pusat Kota Darwin. Nama head chef alias kepala koki yang dituliskan dalam…
"Awalnya saya hanya bertugas membuat salad dan memotong sayur. Selain itu juga menyiapkan (bahan) untuk chef," urainya.
Seiring berjalannya waktu, Edy mulai masuk ke fase berikutnya, yakni jadi juru masak. Semua menu masakan sudah dia kuasai dan saat itu dia juga sudah lulus kuliah.
Hingga pada tahun 2008, nasibnya benar-benar berubah. Sang pemilik restoran menunjuknya untuk menjadi head chef. Edy pun tak bisa menolak dan sejak saat itu namanya terpampang di papan nama restoran.
Sudah terbiasa menjalankan pekerjaan berat dan bekerja keras membentuk karakter Edy. Meski dia sebagai head chef, Edy tak keberatan untuk membersihkan dapur dan mencuci piring saat pekerjaannya sudah selesai. Bahkan, dia rela masuk di saat libur dan tanpa dibayar.
"Saya tidak pernah perhitungan, apa yang bisa saya kerjakan ya saya lakukan," ujarnya.
Sang pemilik restoran, Tim Hayward, sangat menyukai Edy. Tim sangat percaya pada Edy yang sudah lama bekerja dengannya.
"Edy adalah pekerja keras namun tetap rendah hati. Dia tidak ragu membersihkan dapur dan mencuci piring. Dia juga tidak masalah masuk saat libur kalau kami membutuhkan. Benar-benar tidak perhitungan," kata Tim.
"Sekarang Edy adalah bos saya, bukan saya lagi yang memegang restoran ini," canda Tim.
Sebagai head chef, Edy mengurus dapur mulai dari pembelian bahan makanan. Setiap pagi, dia datang untuk mengecek semua bahan makanan yang datang. Sore harinya Edy akan mulai bekerja pukul 17.00 hingga pukul 22.00.
Kini, Edy tinggal di sebuah apartemen bersama istrinya bernama Meirika. Istri Edy berasal dari Surabaya dan bekerja sebagai barista di sebuah coffee shop di Darwin.