Rabu, 15 April 2026
ABC World

Dibalik Ilmu Perbintangan Suku Aborigin Australia

Untuk beberapa bulan ke depan, cobalah menjauh dari lampu-lampu kota dan lihatlah bintang-bintang di langit. Siapa tahu, Anda bisa…

Untuk beberapa bulan ke depan, cobalah menjauh dari lampu-lampu kota dan lihatlah bintang-bintang di langit. Siapa tahu, Anda bisa menemukan burung emu di langit.

Menurut kisah Aborigin, burung emu adalah ruh yang dulu terbang dan mengitari daratan.

Untuk melihat emu, lihatlah ke langit selatan, gugusan bintang Southern Cross. Awan gelap antara bintang adalah kepala, sedangkan leher, tubuh dan kakinya berbentuk gugusan bintang yang membentang di Bima Sakti.

Seorang mahasiswa di bidang fisika, yang juga pemandu di Sydney Observatory, Kirsten Banks mengatakan banyak suku Aborigin yang menceritakan dongeng emu di langit.

Kristen sekarang berada di tahun ketiganya berkuliah di di University of New South Wales. Ia ingin mempelajari terbentuknya bintang setelah ia lulus nanti.

Ia juga adalah keturunan dari suku Aborigin Wiradjuri, tapi baru mencari tahu lebih banyak soal asal-usulnya setelah melihat peta Aborigin yang tergantung di pintu masuk obsertvatorium di Sydney.

Kirsten Banks, pemandu di Sydney Obersvatory
Kirsten Banks selalu jelaskan seberapa besar alam semesta.

Foto: Koleksi Justin Banks / Grigori Films

"Dengan belajar lebih banyak kisah Dreamtime dan budaya, saya benar-benar merasa terhubung dengan keturunan saya, dan mengaitkannya dengan astronomi benar-benar menarik."

"Saya merasa ini telah mendorong aspek budaya astrofisika, bukan soal bagaimana ini terjadi, tapi lebih tentang bagaimana orang melihat langit, bintang, dan rasi bintang."

"Saya melihat lebih banyak gambar di langit dari gugusan bintang."

"Sebagai contoh, saat saya melihat ke gugus bintangan Orion di barat, saya melihat sebuah perahu di langit dengan tiga saudara di gugusan Orion."

Tiga bersaudara

Orion constellation with a drawing of a canoe
Gugus bintang Orion menceritakan kisah kakak beradik dan ikan besar.

Foto: Koleksi Ray Norris

Astronom CSIRO yang berdarah Aborigin, Ray Norris menceritakan kisah Dreamtime dari suku Yolngu tentang tiga bersaudara, kepada ABC Radio Sydney:

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved