Selasa, 7 April 2026
ABC World

Kematian Penyu Dorong Ilmuwan Ini Ciptakan Mesin Pengolah Plastik

Penyu yang mati setelah menelan plastik dalam jumlah besar telah menjadi asal usul penemuan untuk membantu membersihkan plastik dari…

Penyu yang mati akibat menelan plastik dalam jumlah besar, telah mendorong penemuan untuk membantu membersihkan plastik dari lautan.

Melalui Pacific Collective, ahli zoologi di Coffs Harbour, New South Wales (NSW), Australia bernama Louise Hardman, membuat mesin bernama \'Shruder\'. Mesin ini menghancurkan dan mengeluarkan plastik bekas yang bisa diubah menjadi produk seperti kawat filamen untuk komputer.

Konsep ini telah membuat Louise Hardman memenangi kompetisi ‘Coffs Coast StartUp Challenge 2017’ di kota itu.

Mesin ini akan memberdayakan komunitas kecil dalam mengubah sampah menjadi sumber daya.

"Mesin Shruder begitu ringan dan bisa dibawa ke lokasi berbeda, khususnya Kepulauan Pasifik dan tempat-tempat yang tidak memiliki pengelolaan sumber daya limbah," kata Hardman.

Upaya yang dilakukannya termasuk paket pendidikan yang mengajarkan masyarakat mengenai kimia plastik dan bagaimana mengolahnya.

Sampah plastik seperti limbah rumah tangga sekali pakai dan juga puing-puing laut bisa ditransformasikan menjadi barang praktis untuk keperluan lain.

Program enam langkah ini mengajarkan metode pengumpulan, bagaimana menyortir plastik, merobek-robeknya, merancang, mencetak ulang dan kemudian menjualnya.

Hardman mengatakan, pelatihan juga mencari tahu tempat produk seperti apa yang dibutuhkan oleh Kepulauan Pasifik dan kemudian membantu mereka merancang cetakan untuk robekan plastik.

Botol-botol plastik sekali pakai dan plastik yang telah dihancurkan.
Botol-botol plastik sekali pakai dan plastik yang telah dihancurkan.

Shredded product made by Louise Hardman\'s \'Shruder\' from single-use plastics, Coffs Harbour, June 18, 2017.

Ia mengatakan, plastik bekas bisa ditransformasikan menjadi bahan bangunan atau lansekap, mangkuk dan anyaman.

Di Australia sendiri, minat utamanya adalah diolah menjadi filamen printer 3-D, cangkir kopi dan barang butik yang bisa digunakan kembali untuk resort (hotel).

Hardman mengisahkan pada tahun 1993, ia diminta untuk membantu penyu yang terdampar ke darat menuju Sungai Wooli di tahun 1992.

Setelah tiga hari, penyu itu meninggal dan hasil otopsi menunjukkan, badan penyu itu penuh dengan plastik.

"Selama 25 tahun sejak saat itu, motivasi saya adalah menemukan cara untuk membersihkan plastik dari laut," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved