Kamis, 7 Mei 2026
ABC World

Skandal Seks Gereja Katolik Masih Akan Terjadi di Berbagai Negara

Skandal pelecehan seksual terburuk di lingkungan Gereja Katolik barangkali telah usai di Australia. Namun krisis tersebut kemungkinan…

Tayang:

Namun secara kontroversial, laporan tersebut memperingatkan bahwa kepercayaan Australia terhadap pastor yang dilatih di luar negeri - sampai 40 persen di sejumlah keuskupan - dapat berisiko, karena para uskup asal luar negeri dapat menghilangkan pastor yang melakukan pelecehan ke posisi di luar negeri.

"Apakah fenomena pelecehan seksual anak oleh pastor dan figur keagamaan cenderung muncul kembali dan meningkat dalam jangka pendek atau panjang?" tanya laporan itu.

"Jawabannya tidak jelas. Hal ini mungkin terjadi, walaupun ada pemeriksaan paling ketat bahwa pastor atau fogur keagamaan mungkin saja dikirim kembali ke Australia. Di AS, tidak sedikit pastor luar negeri, terutama dari Filipina dan India, yang telah didakwa dan dihukum."

Kurangnya calon pastor untuk imamat di banyak negara Barat di masa lalu, juga menyebabkan para uskup menahbiskan orang meskipun ada peringatan dari kepala sekolah seminari dan pelatihan bahwa mereka tidak memenuhi syarat.

Itu termasuk "psikoseksual yang belum matang, salah berkembang secara psikoseksual dan lemah secara seksual serta pastor pria yang sangat frustasi, terutama mereka yang tidak menyelesaikan masalah identitas seksual mereka sendiri".

Profesor Cahill dan Dr Wilkinson tidak menyalahkan krisis pelecehan sepenuhnya pada selibat. Namun laporan mereka mencatat tingkat penyalahgunaan yang rendah di Gereja Katolik ritus timur - terutama Gereja Maronit, Ukraina, Melkite dan Chaldean - di mana para pastor diizinkan untuk menikah dan menjadi ayah.

Profesor Cahill sendiri adalah mantan pastor Katolik yang mengundurkan diri untuk menikah dan memulai karir akademis yang kini sudah 40 tahun.

Dia menolak klaim yang sering dibuat oleh kalangan konservatif gereja, bahwa reformasi liberal Konsili Vatikan II di awal 1960-an telah melonggarkan moral para pastor.

"Sebagian besar pelecehan terjadi sebelum Konsili Vatikan II, selama tahun 1950an dan memasuki tahun 60an," katanya.

"Dan mayoritas pastor yang melakukannya telah ditahbiskan sebelum Konsili Vatikan II atau sedang maju dalam pelajaran mereka. Saya pikir kita perlu curiga dengan penjelasan tersebut," tambahnya.

Diterbitkan Rabu 13 September 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia di sini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved