Pengungsi Rohingya Temukan Keluarga Baru di Adelaide
Beberapa minggu lalu, Akram Maungkyawmin dan ibu angkatnya, Sarah Ayles, sedang duduk di meja makan di sebuah rumah di Adelaide.
"Jadi berada di sini di CBC, ini sangat berarti bagi saya."
Tapi kepala sekolah CBC, Noel Mifsud, mengatakan bahwa pendidikan yang akhirnya diterima pemuda ini jauh dari bentuk satu arah.
"Akram datang ke sini untuk dididik dan dengan berbagi cerita tentang latar belakangnya di Myanmar, ia justru mendidik kami," kata Mifsud.
"Saya pikir ia mengajarkan kami tentang keadilan sosial dan ia meminta kami untuk mempertanyakan secara mendalam apa yang kami lakukan terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan dalam masyarakat kita, dan konteks global yang lebih luas."
Konselor sekolah, Jane Gaynor, diingatkan akan pepatah lama, “Jantung pendidikan adalah pendidikan hati."
Ia mengatakan bahwa Akram memiliki hati yang baik dan tegar.
"Tentu saja ia kadang-kadang sedih dan ia akan membicarakannya dengan tenang," ujar Gaynor.
"Tapi pengalaman semua orang di komunitas sekolah kami adalah bahwa ia anak muda yang sangat bahagia. Ia adalah contoh bagi kami semua tentang kemampuan seseorang untuk bisa menahan begitu banyak hal."
Rencanakan masa depan di Australia
Sarah Ayles mengatakan bahwa keluarganya juga belajar beberapa hal.
"Saya mau mengulurkan tangan saya untuk menampungnya karena saya ingin membantu seseorang, saya ingin memberi hidup saya makna," tutur Sarah.
"Saya memiliki anak kecil dan saya ingin mereka melihat sisi Australia yang berbeda. Kami sering mengalami pasang surut dan tawa dan kesalahan komunikasi dan Tuhan tahu apa pendapatnya tentang kami, tapi ya, ia adalah bagian dari diri kami sekarang ini."
Jika ia diijinkan tinggal di Australia, Akram mengatakan ia ingin menjadi warga negara Australia.
Bagi seseorang yang menyaksikan minimnya hukum dan ketertiban, ia ingin memiliki karir yang didedikasikan untuk bidang itu.
"Saya ingin menjadi polisi di masa depan," katanya.
"Saya ingin balas budi ke Australia karena negara ini telah banyak memberi saya."