Selasa, 7 April 2026
ABC World

Perempuan Pilih Menjomblo Karena Ingin Mandiri

Semakin banyak perempuan merasa sangat menikmati hidup melajang tanpa pasangan. Satu-satunya hal yang mereka rindukan dari memiliki…

Apakah hubungan asmara menahan Anda?

Kian sedikit orang di Australia menikah dan semakin banyak yang bercerai. Dan terutama perempuan cenderung menemukan sisi positif menjalani petualangan hidup sendirian.

Sebuah studi yang dirilis tahun ini di Journal of Women\'s Health yang melibatkan 80.000 perempuan menunjukkan sebagian besar mereka menjadi lebih sehat ketika bercerai atau berpisah dengan suami mereka.

Tanda-tanda peningkatan kesehatan termasuk penurunan indeks bobot tubuh (body mass index/BMI), lingkar pinggang, dan tekanan darah diastolik, seperti juga asupan makanan yang lebih baik dan aktivitas fisik yang lebih besar.

Penelitian lain menunjukkan perempuan lebih bahagia daripada laki-laki menjadi tanpa pasangan atau \'menjomblo\', seperti survey atas 3.500 orang Australia pada 2014 yang menemukan 76 persen perempuan dilaporkan merasa lebih puas dengan kehidupan lajang dibandingkan 67 persen pada pria.

Baru bulan lalu seorang perempuan Italia yang "menikahi dirinya sendiri di depan 70 orang dekatnya" mengatakan kebahagiaannya tidak bergantung pada menemukan seorang pria.

"Kita semua pertama-tama harus mencintai diri kita sendiri," kata dia.

\'Saya membungkus diri sendiri\'

Pada usia 22 tahun, Emma Dignon dari Adelaide mengatakan dia belajar bahwa hidup tidak hanya melulu tentang berpasangan.

Emma berfoto selfie
Emma Dignon mengatakan banyak hal dalam hidup selain hubungan asmara

Supplied: Emma Dignon

Dalam hubungan dia sebelumnya, dia melepaskan semuanya yang membuat dia bahagia dan membuat hidup sepenuhnya tentang kekasihnya.

"Saya kehilangan semua kemampuang mengarahkan diri, dan ketika hubungan berakhir saya harus mengguncang diri sendiri untuk melihat saya telah menjadi apa — sebuah cangkang dari diri saya yang lama yang bersemangat," kata dia.

Emma yang menyebutkan dirinya sebagai feminis mengatakan kurva belajar yang besar telah mengubah pandangannya dalam kebutuhan pada seorang pria.

"Anda tidak perlu memiliki pernikahan atau anak untuk bahagia," kata dia.

"Begitu banyak hal dalam hidup yang bisa Anda lakukan untuk mencari kebahagiaan.

"Agak sebuah kontruksi sosial kalau Anda diharapkan selesai sekolah, mencari pekerjaan, menikah dan punya anak. Satu jalan itu tidak menjamin sebuah hidup yang bahagia," kata dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved