Kamis, 9 April 2026
ABC World

Penggunaan Obat Nyamuk Bakar Buruk Buat Kesehatan

Di banyak negara penggunaan obat nyamuk bakar dengan aromanya yang khas merupakan pemandangan biasa yang terlihat setiap malam.

Di banyak negara penggunaan obat nyamuk bakar dengan aromanya yang khas merupakan pemandangan biasa yang terlihat setiap malam.

Namun apakah obat nyamuk tersebut memang betul bisa menghalau nyamuk, dan apakah menghirup aroma obat nyamuk tersebut tidak lebih buruk dibandingkan terkena gigitan nyamuk?

Obat nyamuk yang kita lihat sekarang dalam bentuk kawat melingkar baru tersedia di awal tahun 1900-an hasil kreasi warga Jepang Eiichiro dan Yuki Ueyama, dan juga yang dikembangkan yang dikenal dengan nama katori senk.

Dulu bahan yang digunakan untuk obat nyamuk ini adalah bahan pyrethum, namun sekarang ini yang banyak digunaka adalah bahan pemati serangga, atau bahan yang berasal dari tanaman bernama citronella.

Obat nyamuk ini memang murah, dan secara umum mengurangi kemungkinan digigit nyamuk namun apakah bisa mencegah kita terkena penyakit karena gigitan nyamuk?

Bagaimana cara kerjanya

Obat nyamuk ini dibuat dari beberapa bahan.

Selain bahan untuk mencegah gigitan nyamuk, ada juga produk yang membuat obatnya melekat pada kawat dan juga pembakarannya berlangsung perlahan.

Ada dua cara kerja obat nyamuk bakar tersebut. Yang pertama berisi bahan kimia pemati serangga yang akan mematikan nyamuk dan yang berisi aroma akan membuat nyamuk tidak mau mendekat sehihgga tidak bisa menggigit.

Keampuhan obat nyamuk bakar ini sudah banyak diteliti. Meski ada berbagai jenis bahan kimia yang digunakan, dan bagaimana pengujiannya, pada umumnya obat nyamuk ini pada umumnya mengurangi kemampuan nyamuk menggigit.

Namun masalahnya adalah bahwa kita sebenarnya harus betul-betul mencegah terkena gigitan nyamuk sama sekali karena ada kemungkinan bisa terjangkit penyakit.

Jadi apakah penggunaan obat nyamuk bakar sudah cukup?

Mencegah gigitan dan penyakit

Penyakit karena gigitan nyamuk memakan korban 500 ribu orang tewas setiap tahunnya, dan ratusan ribu lainya jatuh sakit.

Malaria adalah salah satu penyakit yang mematikan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa peningkatan usaha memerangi penyakit tersebut melambat.

Dengue atau demam berdarah juga memakan banyak korban.

Australia mengalami wabah mematikan penyakit karena virus Ross River baru-baru ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved