Korban Bullying di Internet Tewas Bunuh Diri Picu Keprihatinan Nasional
Kisah Amy \'Dolly\' Everett, remaja yang dikenal sebagai "outback girl’ atau ‘gadis pedalaman’ yang tewas bunuh diri telah mengejutkan…
Kisah Amy \'Dolly\' Everett, remaja yang dikenal sebagai "outback girl’ atau ‘gadis pedalaman’ yang tewas bunuh diri telah mengejutkan banyak orang di seluruh Australia, dimana mulai dari pengendara truk hingga Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bahwa masih perlu banyak upaya perlu dilakukan untuk mencegah penindasan atau bullying di dunia maya.
Gadis berusia 14 tahun dari sebuah keluarga peternak terkenal di Northern Territory mengakhiri hidupnya pekan lalu setelah menjadi sasaran bullying di internet, demikian dikisahkan orang tuanya yang berduka, Tick dan Kate Everett.
Gambar Dolly saat masih gadis kecil, tersenyum dengan menggunakan topi Akubra saat dia menjadi wajah dari merek topi yang ikonik di Australia tersebut, telah dibagikan ke seluruh dunia dalam sebuah kampanye media sosial yang digagas oleh orang tuanya untuk meningkatkan kesadaran [mengenai dampak bullying di internet].
Kematiannya telah memicu kemarahan dan kesedihan, terutama di masyarakat pedesaan dan regional di sekitar Australia.
Teman dan kerabat ingatkan dampak penggunaan ponsel
Derek Birse posted a tribute to Dolly on social media
Play
Press play then disable your screen reader. Use space bar to pause or play, and up and down arrows to control volume. Use left arrow to rewind and right arrow to fast forward.
Salah seorang kerabat keluarga, Derek Birse mengunggah sebuah video yang didedikasikan untuk Dolly di media sosial, video itu meratapi efek teknologi pada anak-anak.
"Media sosial dan ponsel sial ini, saya kira 99 persen orang tua tidak tahu apa yang dihadapi anak-anak mereka akhir-akhir ini," katanya.
"Mendengar kabar Semacam ini membuat anda mual, bullying semcam ini yang tidak terkendali lagi sekarang.
"Dolly sebaya dengan anak laki-laki kecil saya."
Dia mengatakan sejak kematian Dolly, dia jadi memperhatikan kedua ponsel milik anak laki-lakinya untuk melihat apakah mereka diintimidasi.
PM ikut berduka cita
Perdana Menteri Malcom Turnbull mengeluarkan sebuah pernyataan di Facebook yang mengatakan bahwa dirinya turut merasakan kedukaan yang mendalam bagi Dolly dan keluarganya.
"Kematian Dolly menyoroti dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh bullying terhadap korbannya," katanya.
"Setiap langkah harus diambil untuk mengurangi kejadian bullying, baik secara langsung maupun di dunia maya, dan menghapuskan praktek bullying di manapun kita bisa."
PM Malcolm Turnbull mengatakan, munculnya platform media sosial online telah menghadirkan tantangan baru.