Makin Banyak Perempuan Australia Buang Organ Reproduksi
Semakin banyak perempuan Australia yang dalam keadaan sehat memutuskan untuk membuang kandungannya guna mengurangi kemungkinan terkena…
Semakin banyak perempuan Australia yang dalam keadaan sehat memutuskan untuk membuang kandungannya guna mengurangi kemungkinan terkena kanker.
Salah seorang diantaranya adalah Eloise Babos 28 tahun yang tinggal di West Melbourne, Victoria.
Seperti dengan banyak perempuan lainnya, dia berharap di satu hari nanti untuk memiliki anak.
Namun karena kondisi genetik, dia memutuskan hal tersebut lebih cepat dari rencana awalnya.
Ibu dari Elaine Babos, Raina Babos pernah tiga kali didiagnosa memiliki kanker payudara.
Ketika untuk ketiga kalinya terjadi, Raina Babos kemudian menjalani tes genetik dimana kemudian ditemukan dia memiliki mutasi gen BRCA1.
Mereka yang memiliki mutasi gen BRCA1 atau 2 mengalami peningkatan risiko kanker kandungan, payudara dan prostat.
Tahun 2013, Elaine Babos dan saudara perempuannya menemukan bahwa mereka juga membawa mutasi tersebut.
Dia memutuskan untuk menjalani mastektomi ganda dan kemudian ibunya meninggal karena kanker payudara pada Mei 2015.
Masih menghadapi kemungkinan 60 persen terkena kanker kandungan, Elaine Babos telah memutuskan untuk mengangkat kandungannya setelah dia dan pasangannya Anton memiliki anak.
Dokter telah mendorong pasangan muda tersebut untuk memulai perawatan pembenihan IVF sesegera mungkin dengan menggunakan uji diagnosis genetik preimplantasi (PGD).
Tes PGD mengambil sel dari embrio lima hari untuk mengujinya dengan variasi genetik sebelum mentransfernya kedalam kandungan.
Tidak semua embrio membawa gen yang salah, sehingga embrio dengan mutasi dapat diidentifikasi dan memberikan kenyamanan pada orang tua sehingga mereka tidak akan menyebarkannya.
Elaine Babos, yang juga seorang duta komunitas untuk organisasi pendukung kanker payudara dan ovarium, Pink Hope, mengatakan bahwa dia ingin mengurangi risiko penyakit mematikan tersebut terhadap anak-anaknya.
Dia dan pasangannya berencana untuk memiliki dua anak yang berdekatan sehingga mereka dapat memiliki keluarga yang mereka inginkan pada usia awal 30-an sebelum risiko kanker semakin tinggi.