Senin, 13 April 2026
ABC World

Palmer Keen Rekam dan Dokumentasikan Musik Tradisional Indonesia

Dia adalah warga Amerika Serikat dan sebelumnya hanya mengetahui bahwa musik dari Indonesia hanyalah gamelan, namun sekarang sudah…

Dia adalah warga Amerika Serikat dan sebelumnya hanya mengetahui bahwa musik dari Indonesia hanyalah gamelan. Kini dia melakukan perjalanan ke berbagai tempat di nusantara untuk merekam dan menulis mengenai musik-musik tradisional yang hampir punah dan menyebarkannya di media sosial.

Orang itu adalah Palmer Keen yang sekarang tinggal di Yogyakarta. Websitenya Aural Archipelago sejauh ini sudah merekam lebih dari 100 musik tradisional Indonesia.

Palmer Keen berada di Melbourne pekan lalu, bersama dengan rombongan budaya dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang mendatangi beberapa kota di Australia untuk mempertunjukkan alat musik bundengan.

Selain memberikan cerita mengenai bundengan sebagai alat musik yang menurutnya sangat unik yang pernah dilihatnya di Indonesia dan bahkan di dunia, Palmer Keen juga menjelaskan proyek pribadi yang dilakukannya dengan beberapa komunitas masyarakat Indonesia di Australia.

Wartawan ABC Sastra Wijaya berbicara dengan Palmer Keen di kampus Monash University dimana sebelumnya diselenggarakan simposium satu hari guna membicarakan keunikan bundengan, dan kemudian dilanjutkan dengan penampilan bundengan oleh beberapa seniman asal Wonosobo.

Bundengan adalah alat musik tradisional yang dimainkan di sebuah tudung bambu yang digunakan oleh petani itik di dua kabupaten di Jawa Tengah Wonosobo dan Temanggung.

Tudung ini secara tradisional digunakan untuk melindungi petani dari cuaca, entah itu sengatan matahari ataupun hujan.

Namun di beberapa bagian tudung seperempat lingkaran tersebut dipasang senar bambu, dan bagi mereka yang ahli menggunakannya, bisa mengeluarkan berbagai suara menyerupai perangkat gamelan.

Bundengan merupakan salah satu alat tradisional musik Indonesia sudah direkam oleh Palmer Keen dan masuk dalam situsnya aural archipelago.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press \'M\' to enter the iFrame.

Bagaimana sejarahnya, sampai Palmer Keen bisa datang ke Indonesia dan kemudian terlibat dalam proyek merekam berbagai musik tradisional Indonesia tersebut?

"Ketika menjadi mahasiswa di Universitas California di Santa Cruz antaar tahun 2009-2011, di kampus saya ada seperangkat musik gamelan. Di situ dimulai ketertarikan saya akan musik Indonesia." kata Palmer yang kemudian lulus sebagai sarjana sastra.

Setelah selesai kuliah, Palmer Keen tertarik untuk mencari tahu lebih banyak mengenai musik Indonesia dan kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris di Bandung (Jawa Barat).

"Ketika saya datang, saya tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak kenal siapapun, tidak tahu banyak mengenai Indonesia." katanya.

Palmer melakukan perjalanan sebagai backpacker dengan membawa alat rekaman yang digunakananya untuk mengabadikan musik-musik tradisional Indonesia.

"Saya pada awalnya tidaklah sengaja mencari musik-musik yang sudah hampir punah. Namun kalau dilihat musik-musik tradisional ini memang banyak yang sudah hampir punah."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved