Cegah China, Australia Bangun Kabel Bawah Laut Kepulauan Solomon
Kabel bawah laut sepanjang 4.000 kilometer ini tidak diinginkan Australia untuk dibangun oleh perusahaan China.Dan hari Rabu (13/6/2018)…
Deplu Australia kini mendanai sekitar dua pertiga biaya pembangunan kabel ke Kepulauan Solomon dan ke Papua Nugini. Kajian menyeluruh oleh Vocus, sebuah perusahaan di Sydney, juga telah rampung.
Dananya pun telah dialokasikan dalam RAPBN, namun tetap dirahasiakan sampai diadakan tender. Namun, diperkirakan akan menghabiskan lebih dari $ 100 juta.
Kepada ABC, sumber di lingkungan pemerintah menjelaskan bahwa tetangga di Pasifik tidak boleh dibiarkan dalam posisi yang hanya mengandalkan China sebagai satu-satunya sumber investasi infrastruktur.
Sebenarnya, keprihatinan Australia atas Huawei bukanlah hal baru.
Perusahaan ini sebelumnya diblokir dari pembangunan Jaringan Broadband Nasional Australia (NBN).
Kini juga muncul kekhawatiran mengenai potensi keterlibatan Huawei dalam pengembangan jaringan seluler 5G secara nasional.
PM Kepulauan Solomon akui kekhawatiran Australia
Video: Solomon Islands PM says Australian authorities made their concerns about Huawei clear
(ABC News)
Rick Houenipwela menjadi pemimpin Kepulauan Solomon setelah negosiasi kontrak. Dia sangat kritis terhadap proses tersebut.
Pekan lalu di Selandia Baru, dia dicecar mengenai tekanan seperti apa yang dilakukan para pejabat Australia terhadap pemerintahannya.
"Kami menerima sejumlah kekhawatiran yang disamoaikan oleh Australia," ujarnya.
"Saya kira hal itulah yang jadi pemicu bagi kami untuk berubah dari Huawei ke kesepakatan dengan Australia sekarang," kata PM Houenipwela.
Menlu Julie Bishop tidak bersedia menjelaskan kekhawatiran seperti apa yang disampaikan Australia kepada Pemerintah Kepulauan Solomon.
"Kami percaya alternatif yang kami tawarkan ini lebih murah, lebih cepat dan lebih dapat diandalkan daripada yang ditawarkan oleh pesaing," kata Menlu Bishop.
"Kami ingin Kepulauan Solomon dan negara-negara lain di Pasifik punya alternatif dan pilihan. Australia dalam posisi yang tepat untuk menawarkan hal itu," tambahnya.
Menlu Bishop menepis pendapat bahwa Beijing mungkin kesal karena Canberra telah menyingkirkan Huawei dalam proyek tersebut.