Sabtu, 18 April 2026
ABC World

Indonesia Berharap Tingkatkan Penjualan Produk Unggulan di Single's Day

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan akan bergabung dalam festival belanja online terbesar \'Single\'s Day\' di China dengan menjual…

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan akan bergabung dalam festival belanja online terbesar \'Single\'s Day\' di China dengan menjual produk asal Indonesia.

\'Single\'s Day\' pada awalnya dirayakan oleh sekelompok mahasiwa lajang di Universitas Nanjing, tanggal 11 November 1993 dan sejak itu telah menjadi festival belanja terbesar di China dan dunia.

Usai bertemu dengan pendiri sekaligus direktur utama Alibaba, Jack Ma di pertemuan Bank Dunia dan IMF pekan lalu di Bali, Indonesia telah setuju untuk menjual lima produk unggulan.

Produk-produk yang akan dijual kepada para pemburu diskon online di China adalah kopi luwak, kerupuk udang, biskuit, mie instan, serta sarang burung walet.

"Diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk Indonesia secara online ke pasar China, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekspor Indonesia," kata Tjahya Widayanti, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

"Pada akhirnya meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke China serta mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia dan China," tambahnya kepada Erwin Renaldi dari ABC Australia.

Single\'s Day hanyalah sebuah marketing

Warga Indonesia yang tinggal China menyambut baik upaya pemerintah Indonesia untuk mempromosikan produk lokal ke China.

"Menurut saya bagus juga untuk promosi barang-barang ini," ujar Julluis Wiraputra yang sedang belajar Bahasa China di Universitas Quandong. "Beberapa sudah ada disini, tapi warga China kurang mengerti kegunaan produknya."

Saat dihubungi ABC, Julluis mengaku pernah merasakan meriahnya hari berbelanja \'Single\'s Day\'.

"Saya sudah menunggu sejak pukul 11 malam dan mulai mencari-cari barang," katanya. "Setelah pukul 12:00 [pergantian hari ke 11 November], akses situsnya tersendat, yang sudah dibayar bisa gagal kebeli."

Mahasiswa lainnya asal Indonesia di China adalah Ade Ditayanti, yang juga menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di provinsi Shandong, juga merespon soal produk yang akan dijual.

"Saya pernah kasih kopi luwak dan mie goreng instan, mereka senang sekali, jadi sepertinya ada pangsa pasarnya disini," kata Ade.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved