Australia Bangun Pengolah Sampah Rumah Tangga Berteknologi Baru
Australia akan membangun pusat pengolahan sampah berteknologi baru yang mampu mendaur ulang 90 persen sampah rumah tangga sehingga…
Australia akan membangun pusat pengolahan sampah berteknologi baru yang mampu mendaur ulang 90 persen sampah rumah tangga sehingga tidak lagi dibuang ke TPA (tempat pembuangan akhir).
Tempat pengolahan sampah ini akan dibangun di Kota Shoalhaven, New South Wales, pada tahun 2021, dan merupakan yang ketiga di dunia selain yang ada di Polandia.
Dengan sistem baru ini, sampah rumah tangga akan diangkut seperti biasa dengan truk-truk pengangkut sampah.
Namun berbeda dengan sebelumnya, sampah tersebut akan dibawa ke fasilitas baru untuk proses sterilisasi, pengeringan, dan pemisahan komponen yang bisa didaur ulang.
Komponen sampah yang tidak dapat didaur ulang masih akan diteruskan ke TPA, namun risikonya sudah jauh lebih kecil bagi lingkungan dibandingkan sistem saat ini.
Komponen seperti plastik, kaca, logam, dan bahan organik akan dipisahkan dan dijadikan bahan untuk konstruksi, batu bata, dan kaca.
Sementara bahan organik yang disterilkan akan digunakan untuk batu bata, serta bisa digunakan sebagai bahan bakar.
Kepala Bioelektra Australia, perusahaan yang akan membangun fasilitas tersebut, Freddie Itaoui, menjelaskan sistem ini dimaksudkan agar warga masyarakat lebih perduli dengan apa yang mereka konsumsi.
"Kami ingin masyarakat sadar dengan apa yang mereka buang ke tempat sampah," kata Itaoui kepada ABC.
"Begitu ide di balik teknologi ini," ujarnya seraya menambahkan, fasilitas tersebut nantinya membawa dampak ekonomi bagi daerah sekitarnya.
Photo:
Dua kontainer pemanas bertekan tinggi untuk memproses sampah rumah tangga. (Kiriman: Bioelektra.)
Jenis tempat sampah bisa dikurangi
Sistem tempat sampah warna hijau yang saat ini banyak digunakan di Australia nantinya bisa diganti, jika kian banyak daerah yang menggunakan teknologi ini.
Saat ini pemeritah daerah umumnya menggunakan tempat sampah warna hijau untuk sampah makanan. Sistem baru ini nantinya menghilangkan kebutuhan tersebut karena pengelolanya akan memilah limbah makanan secara otomatis.
Walikota Shoalhaven, Amanda Findley, mengatakan selama ini sampah yang dibuang ke TPA dikenai retribusi oleh Pemerintah Negara Bagian.
"Dengan teknologi ini, nantinya tidak lagi dibuang ke TPA dari awal," ujar Walikota Findley.