Media China Buramkan Telinga Aktor Beranting Karena Tekanan Pemerintah
Keputusan layanan streaming video populer China untuk mengaburkan telinga aktor yang memakai perhiasan telah memicu perdebatan sengit…
Keputusan layanan streaming video populer China untuk mengaburkan telinga aktor yang memakai perhiasan telah memicu perdebatan sengit tentang maskulinitas yang didefinisikan Pemerintah China.
Poin utama:
• Stasiun TV milik Pemerintah diminta untuk menghindari foto close-up pria yang mengenakan anting-anting• Pengaruh budaya Jepang dan Korea terhadap pemuda China telah begitu "luar biasa"
• Pada zaman kuno, catatan menunjukkan laki-laki China memiliki rambut panjang dan mengenakan perhiasan
Dalam reality show I Fiori Delle Sorelle yang dirilis pada platform streaming seperti YouTube -iQiyi, awal bulan ini, dua aktor ditampilkan bekerja di sebuah toko bunga di Florence dengan tampilan daun telinga yang buram.
Tagar # MaleTVStarsCantWearEarrings (bintang TV laki-laki tak bisa gunakan anting) sejak saat itu telah digunakan di lebih dari 90.000 postingan dan dilihat lebih dari 470 juta kali dalam seminggu terakhir.
Menurut media Pemerintah China, Beijing Youth Daily, gambar-gambar yang disensor itu adalah bagian dari tindakan keras China terhadap kemunculan selebritas pria yang berdandan seperti perempuan di media China dan budaya populer.
Beijing Youth Daily mengutip sebuah sumber anonim yang mengatakan bahwa Otoritas Radio dan Televisi Nasional China mengirim dokumen resmi ke setiap stasiun TV milik pemerintah, meminta mereka untuk mengontrol penampilan selebritas, termasuk memaksakan pembatasan warna rambut dan menghindari sorotan jarak dekat dari para pria yang mengenakan anting-anting.
"Kami tak bisa menyangkal bahwa selebriti ini memang telah memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak kami," tulis seorang pengguna Weibo.
"Mereka harus tampil di depan umum dengan penampilan yang lebih positif."
Meski demikian, pengguna lain di Weibo merasa bahwa "mengenakan anting-anting hanyalah pilihan estetika pribadi" dan "diskriminasi" terhadap laki-laki yang mengenakan anting-anting memberikan contoh buruk bagi anak-anak.
Photo:
Beijing ingin menyelaraskan citra laki-laki China dengan citra global dari maskulinitas. (AP: Li Gang)
Dominasi pria masih kuat di China
Ini bukan pertama kalinya media China menerima tekanan kuat dari para elit di Beijing.
September lalu, media pemerintah China, Xinhua, menerbitkan editorial yang mengkritik penggambaran lelaki di media China, yang mengklaim popularitas "estetika rapuh" pada selebritas pria yang berdandan layaknya perempuan memiliki dampak buruk pada remaja dan "melukai citra nasional China".
Profesor Yuk Ping Choi, seorang ahli sosiologi dari Universitas Hong Kong China, mengatakan kepada ABC bahwa generasi muda yang mendukung aktor mengenakan anting-anting telah dipengaruhi oleh budaya asing dan ingin mengekspresikan identitas mereka secara berbeda.
Tetapi ekspresi individualitas dibatasi di bawah rezim otoriter, katanya, menambahkan bahwa media China juga diharapkan untuk menyensor tayangan mereka untuk menyelaraskan diri dengan Pemerintah.
"China mencari pengaruh internasional, sehingga mereka ingin menyelaraskan citra laki-laki hCina dengan citra global maskulinitas," kata Profesor Choi.