Istri Militan ISIS Ungkap Anak Teroris Masih Terjebak di Lokasi Perang
Istri anggota kelompok negara Islam atau ISIS pertama asal Australia diyakini telah keluar dari markas terakhir kelompok tersebut,…
Namun, setelah akun Twitter utama yang diyakini dioperasikan oleh Zehra ditangguhkan pada tahun 2015, ia menghilang dari publik.
Kehadiran Zehra di jagad maya telah menjadi duri bagi Pemerintah Australia, yang berusaha mencegah kepergian sekelompok Muslim muda Australia untuk pergi ke Suriah.
Pada tahun 2015, Zehra, yang menyebut dirinya Ummu Abdullatif Australi, mengunggah foto seorang perempuan yang mengenakan niqab dan jaket tentara serta senapan otomatis di tangannya dengan tulisan: "kejar saya jika anda bisa".
Pada tahun yang sama, sebuah akun Twitter diyakini telah dioperasikan olehnya mengunggah serangkaian foto perempuan muda dengan niqab lalu mengacungkan senapan otomatis dan berdiri di atas dan di samping mobil BMW putih.
"Jihad bintang 5. M5 (BMW) di tanah perang (Suriah) he he," tulisnya di bawah salah satu foto.
"AS + Australia, bagaimana rasanya kami semua berlima dilahirkan dan dibesarkan di tanahmu, dan sekarang di sini haus darahmu?," tulisnya di sebelah foto lain.
"Jangan berulah dengan golongan saya. Dari Australia, ke negeri Khilafah. Itulah semangat Australia," tulisnya di foto lain berikutnya, merujuk pada apa yang disebut ISIS sebagai kekhalifahan di Suriah dan Irak.
Wilayah yang tersisa
Photo:
Suami Zehra, militant ISIS bernama Mahmoud Abdullatif terbunuh di Suriah. (Twitter: @rosemuminah)
Sejumlah postingan itu diunggah di tengah puncak kesuksesan kelompok ISIS.
Sejak saat itu, kelompok teroris tersebut telah mengalami serangkaian kemunduran militer dan pada akhir tahun lalu, hanya mengendalikan wilayah kecil di provinsi barat daya Suriah, Deir ez-Zor, dekat perbatasan Irak.
Pada bulan September, kelompok paramiliter Kurdi yang didukung AS, yang bernama Pasukan Demokrat Suriah (SDF), melancarkan serangan terhadap wilayah ISIS yang tersisa.
Sejak saat itu, dengan menggunakan kombinasi serangan darat, artileri dan serangan udara, SDF perlahan-lahan mendorong militan yang tersisa ke daerah-daerah yang bahkan lebih kecil.
Pada minggu lalu, pasukan ISIS hanya menguasai kota Baghuz - sebidang wilayah kecil dengan lebar sekitar dua kilometer.
Selama minggu lalu, sebanyak 20.000 warga sipil meninggalkan kota itu dan dibawa ke kamp-kamp pengungsi di Suriah dan Irak.
Keluarga Australia tertekan
Kakek Zehra, yang tinggal di Melbourne, mengatakan kepada ABC bahwa ia sangat marah terhadap bagaimana cucunya berubah.