Istri Militan ISIS Ungkap Anak Teroris Masih Terjebak di Lokasi Perang
Istri anggota kelompok negara Islam atau ISIS pertama asal Australia diyakini telah keluar dari markas terakhir kelompok tersebut,…
Sharrouf kembali ke hadapan publik pada Mei 2017 ketika sebuah video tentang putra bungsunya, Hamzah, yang dibujuk oleh ayahnya untuk mensimulasikan pembunuhan non-Muslim dan warga Australia, muncul.
Ia menjadi warga negara Australia pertama yang kewarganegaraannya dicabut awal tahun ini di bawah undang-undang anti-terorisme yang baru. Ia tetap menjadi warga negara Lebanon.
Ia terbunuh dalam serangan udara Amerika tiga bulan kemudian, yang menunjukkan betapa ia cukup senior dalam sistem ISIS sehingga berakhir dalam daftar pembunuhan AS.
Pengungkapan tentang lokasi anak-anaknya yang tersisa akan menjadi beban bagi Canberra, mengingat mereka dibawa oleh orang tua mereka sendiri ke zona perang dan kemungkinan dipaksa terlibat dengan ISIS.
Mereka hanya memegang kewarganegaraan Australia dan jika mereka berhasil melarikan diri dari Baghuz, anggota keluarga mereka di Australia meminta Pemerintah Australia untuk membantu mereka pulang, seperti yang dilakukan oleh negara-negara Barat lainnya dengan keluarga lain.
Photo:
Foto ini diunggah oleh akun Twitter yang terhubung ke pengantin perempuan ISIS asal Australia, Zehra Duman, di tahun 2015. (Twitter)
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.