Benarkah Timor Leste Sia-siakan Peluang Untuk Jadi Negara Makmur?
Sebuah penerbangan pagi baru saja mendarat di Bandara Internasional Xanana Gusmao, yang terletak di pesisir selatan Timor-Leste. Rupanya,…
Jalan ini tidak menuju kemana-mana. Panjangnya 33 kilometer menghubungkan Suai ke jalan tanah di beberapa desa pertanian.
Photo:
Jalan raya bebas hambatan ini dibangun dengan biaya 500 juta dolar namun sampai kini sangat jarang digunakan. (ABC News: Michael Barnett)
Saat musim hujan tiba, jalan ini pun nyaris tidak dapat digunakan.
Tanah longsor di salah satu ujungnya telah memblokir jalur timur sejak Januari lalu.
Lebih jauh lagi, sebagian besar jalan amblas, memaksa arus lalu lintas dialihkan ke sisi lajur sebelahnya.
Bandara dan jalan tol, setidaknya untuk saat ini, menjadi proyek yang dibangun dengan biaya besar tetapi tidak banyak digunakan.
Photo:
Longsor yang menutupi jalan raya bebas hambatan ini belum dibersihkan selama beberapa bulan. (ABC News: Michael Barnett)
Namun, Timor-Leste menganggap kedua proyek tersebut sebagai kunci bagi masa depan perekonomiannya.
Mempertaruhkan cadangan migas
Bandara dan jalan raya ini merupakan proyek pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk mengembangkan wilayah pesisir pantai selatan. Namanya Proyek Tasi Mane.
Rencananya berupa penyaluran minyak dan gas dari Laut Timor untuk diproses di darat.
"Pahlawan perjuangan kemerdekaan di negara ini sangat mendukung proyek ini, sehingga orang lain segan mempertanyakannya," jelas Scheiner.
Banyak dari pahlawan kemerdekaan itu, termasuk Xanana Gusmao sendiri, sekarang duduk di pemerintahan.
Photo:
Mantan Presiden Xanana Gusmao memimpin proyek Tasi Mane untuk membangun kawasan pesisir selatan negara itu. (Reuters: Lirio Da Fonseca)
Bahkan Xanana sendiri yang langsung memimpin Proyek Tasi Mane, yang diharapkan memberikan dukungan begitu Timor-Leste dan Australia meratifikasi perjanjian perbatasan laut bulan depan.
Perjanjian kedua negara akan memberi hak kepada Timor Leste atas sebagian besar royalti dari ladang Greater Sunrise, bernilai sekitar 50 miliar dolar.