Jumat, 10 April 2026
ABC World

Flu Babi Baru Muncul di China, Akankah Jadi Pandemi dan Haruskah Kita Waspada?

Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah galur baru virus flu yang bisa menjadi pandemi di China, yang bisa berpindah dari…

Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah \'strain\' (galur) atau jenis baru virus flu yang bisa berpindah dari babi ke manusia dan berpotensi jadi pandemi baru di China.

Laporan ini sudah menjadi berita utama di berbagai media selama beberapa hari terakhir.

Bagi ilmuwan, penemuan tersebut bagus karena ditemukan awal, sehingga dengan segera bisa membuat para pakar untuk membuat tes khusus untuk mengetahui lebih banyak mengenai virus tersebut.

Namun yang perlu juga dimengerti jika sejauh ini tidak ada bukti adanya penularan antar manusia dari jenis virus baru tersebut.

Di saat virus tersebut ditemukan di tubuh para peternak babi di China lewat tes antibodi yang dilakukan sebelumnya, belum ada bukti jika virus ini mematikan.

Apa yang sudah diketahui sejauh ini?

China sudah memiliki sistem pemantauan flu yang bagus di seluruh provinsinya.

Mereka memantau flu babi, burung dan manusia, karena seperti yang ditulis oleh peneliti mereka "pemantauan sistematis virus flu di babi penting sebagai peringatan dini dan persiapan kemungkinan pandemi berikutnya".

Dalam pemantauan terhadap flu babi dari tahun 2011 sampai 2018, para peneliti menemukan apa yang mereka sebut "genotype 4 (G4) dari flu burung Eurasian (EA) H1N1 yang barusan muncul."

Dalam laporan penelitian, virus itu disebut G4 EA H1N1.

Virus itu sudah ada sejak tahun 2013 dan menjadi virus flu babi H1N1 yang menjadi masalah besar di China di tahun 2018.

Scientist David William in a blue lab coat, blue gloves and hair net looks through a microscope in a lab.

Reuters: Stringer: Mempersiapkan diri di tingkat lab penting dilakukan bila nantinya ada peningkatan kasus penularan virus baru tersebut.

Bila manusia mengidap virus ini apa kemungkinannya?

Kita belum memiliki bukti yang banyak untuk mengetahui seberapa parah mereka yang mengidap virus baru tersebut.

Namun sejauh ini bisa dikatakan mereka yang pernah mengidap tidak merasakannya.

Dalam laporan yang sudah diterbitkan, tidak banyak disebut mengenai sampel penelitian, tidak ada pula laporan mengenai mereka yang meninggal karena virus.

Juga belum ada tanda-tanda virus baru ini sudah menyebar ke berbagai kawasan di China kecuali di tempat ditemukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved