Muncul Bukti Baru Orang Aborigin Pernah Bermukim dan Memiliki Keluarga di Makassar
Bukti baru kini muncul dari keluarga salah satu warga Aborigin yang pernah tinggal di Makassar, Indonesia. Tim peneliti memperkirakan…
"Beberapa dari mereka tampak mirip dengan nenek saya. Saya tahu pasti ketika melihat lukisan totem [Yolngu] di rumah mereka," ujar Don.
"Nenek saya dimakamkan di Sulawesi, tapi saya belum melihat makamnya, jadi saya berharap bisa kembali lagi ke sana," katanya.
Tidak diketahui apakah nenek Don itu pergi secara sukarela atau dibawa dipaksa oleh para pelaut Makassar.
Beberapa tetua Aborigin, dari daerah pesisir lainnya, mengatakan kepada ABC News, kemungkinan besar mereka diperdagangkan, sebagai bagian dari pertukaran barang yang lazim terjadi saat itu.
Don mengaku mengenal beberapa orang suku Yolngu lainnya yang pindah ke Makassar.
"Mungkin yang terjadi sama seperti ajakan seorang teman... kalian sahabatku sekarang, jadi bisa pulang bersama kami (ke Makassar)," papar Don tentang penyebab neneknya meninggalkan Arnhem Land.
Penelitian global
Kisah keluarga Don ini disampaikan kepada tim peneliti dari Monash yang saat ini memetakan kunjungan awal ke benua Australia oleh orang-orang dari Eropa dan Asia.
Proyek bernama Global Encounters and First Nations Peoples berfokus pada interaksi pendatang asing dengan masyarakat pribumi Australia sebelum kedatangan kolonialis Inggris.
Profesor Lynette Russell yang memimpin penelitian akan melakukan perjalanan ke Makassar tahun ini untuk mendokumentasikan hubungan tersebut.
"Ada kemungkinan keturunan masyarakat pribumi Australia masih tinggal di Makassar saat ini," kata Profesor Lynette.
"Khususnya, dari pria-pria Makassar yang mengambil istri Aborigin yang mungkin telah melakukan perjalanan pulang bersama mereka," katanya.
"Tidak menutup kemungkinan menggunakan tes DNA untuk menyempurnakan penelitian ini lebih lanjut," tambahnya.
Tim peneliti menggunakan berbagai metode untuk mendokumentasikan kunjungan awal para pelaut dari negara-negara Prancis, Portugal, dan Indonesia.
Tim peneliti bahasa juga mempelajari bagaimana dan kapan kata-kata asing pertama kali muncul dalam dialek Aborigin setempat.
Teknik penanggalan diterapkan pada pohon asam yang tumbuh di sepanjang pantai utara Australia, untuk mengetahui saat pertama kali pohon tersebut diperkenalkan oleh pelaut Makassar.