Apakah Indonesia Lebih Maju Dibanding Australia Soal Penyiar Berita Berbasis AI?
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri media sebagai penyiar berita mulai marak di Asia, termasuk di Indonesia. Australia…
Laporan Ipsos Global Advisor minggu ini menemukan orang Australia paling khawatir tentang AI dari 31 negara yang disurvei.
Survei Global Views on AI 2023 dari Ipsos ini mengungkapkan 69 persen responden mengaku "khawatir dengan teknologi tersebut".
Disebutkan, orang Australia juga tertinggal dalam pemahaman mereka tentang penggunaan AI untuk berbagai jenis produk dan layanan.
Sementara itu, orang Indonesia termasuk yang paling percaya diri, dengan hanya 48 persen responden mengaku AI mengkhawatirkan.
Ipsos menyebutkan orang Jepang yang paling tidak khawatir, dengan hanya 23 persen dari responden.
Bagaimana cara kerja penyiar berita AI?
Berbagai komentar tentang dampak negatif AI di industri media menyebut potensi pengangguran massal hingga misinformasi.
Konsultan program AI TVOne, Apni Jaya Putra, menjelaskan mereka berusaha menyeimbangkan hal ini dengan tak sepenuhnya mengandalkan teknologi dalam peran presenter.
Apni mengatakan teknologi telah memungkinkan untuk mengkloning suara sehingga siaran dapat "100 persen" digerakkan oleh AI.
Namun dia menambahkan bahwa TVOne memutuskan untuk mempertahankan suara asli presenter demi memastikan akurasi yang lebih baik dan mencegah teknologi menyebabkan hilangnya pekerjaan.
"Kita memiliki perasaan yang tidak bisa digantikan oleh AI," kata Indi.
"Kita memiliki intonasi dan emosi, jadi AI presenter yang muncul tidak datar," katanya.
Indi mengatakan teknologi AI telah mempermudah pekerjaannya karena dia bisa membaca berita dari mana saja.
Dia dapat merekam suaranya, mengirimkannya ke tim studio, dan dalam beberapa detik Nadira muncul di layar TV berbicara menggunakan suara Indi.
Saat merekam di tengah kerumunan orang, "kebisingan masih ada, tapi tim AI berhasil menghilangkannya", jelas Indi.
Keuntungan lain menggunakan AI, katanya, yaitu dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan menerjemahkan suaranya ke berbagai bahasa menggunakan fitur kloning suara.