Selasa, 14 April 2026
ABC World

Apakah Indonesia Lebih Maju Dibanding Australia Soal Penyiar Berita Berbasis AI?

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri media sebagai penyiar berita mulai marak di Asia, termasuk di Indonesia. Australia…

Fahada Indi sedang menyiapkan ASI untuk anaknya di tengah keramaian Pekan Raya Jakarta saat bosnya memintanya untuk membacakan berita saat itu juga.

Tak lama kemudian, muncul avatar yang mirip Indi di studio TVOne, salah satu televisi berita di Indonesia.

Tapi nama yang muncul di layar bukanlah nama Indi, melainkan Nadira, avatar yang dibuat oleh TVOne menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Dengan teknologi AI ini, saya bisa membaca berita di mana saja, lalu muncul avatar saya," kata Indi kepada ABC News.

TVOne, yang meluncurkan Nadira dan pembawa berita AI lainnya, Sasya, pada bulan April, adalah jaringan TV pertama yang menggunakan teknologi kontroversial ini di Indonesia.

Nadira dan Sasya hanyalah beberapa sosok penyiar AI yang belum lama ini mulai bertugas membaca berita di negara-negara Asia.

Penyiar AI terus berkembang

China menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan penyiar berita AI pada tahun 2018, dengan sepasang pria berjas menyampaikan buletin untuk kantor berita Xinhua. Satu berbahasa China dan yang lainnya berbahasa Inggris.

India kemudian menyusul pada bulan April tahun ini, meluncurkan penyiar berbasis AI, Sana, yang sekarang menyajikan buletin beberapa kali sehari di saluran berita Aaj Tak India Today Group.

Wakil ketua grup media itu menggambarkan Sana sebagai sosok yang "cerah, cantik, awet muda, tak kenal lelah".

Alih-alih menjadi avatar dari pembaca berita yang ada, Sana diciptakan dengan citra dan kepribadiannya sendiri.

"Senang menjadi penyiar AI pertama untuk AajTak. Penggemar olahraga & teka-teki," deskripsi biografi Sana di akun Twitter.

Sementara di akun Instagramnya dia menulis "dapat berbagi resep-resep masakan yang gagal. Tak pernah menyesal menjadi diri sendiri!"

Akhir pekan lalu, presenter berita AI kedua memulai debutnya di saluran berita swasta di Odisha, menyajikan buletin dalam bahasa Inggris dan Odia – dialek yang digunakan di negara bagian tersebut.

Dan sejak bulan lalu, FTV News Taiwan memiliki presenter cuaca berbasis AI, setelah TVOne meluncurkan Nadira dan Sasya. 

Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang mulai menerapkan AI dalam lanskap industri media, Australia bisa dikatakan belum terlalu antusias menggunakannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved