Minggu, 19 April 2026
ABC World

Empat Cara kota Tokyo Terbebas dari Masalah Kekurangan Perumahan

Tidak seperti kebanyakan ibu kota lainnya di dunia, Tokyo tidak alami kekurangan perumahan. Kami bertemu dengan para pakar di Jepang…

ABC Radio Australia
Sebuah rumah tua di kawasan bisnis Tokyo dijadikan kafe. (ABC News: Yumi Asada) 

"Kalau di suatu daerah ada permintaan, tentu bisa disediakan perumahan. Bahkan di sebagian besar kawasan perumahan bisa ada pabrik kecil, bar kecil, restoran kecil, butik kecil, jadi tetap campur aduk," ujar Jorge Almazan, arsitek di Jepang dari Keio University.

Lebih murah, ukuran apartemen lebih kecil

Harga-harga di Jepang sedikit berubah, akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat, sementara nilai upah stagnan, dan inflasi rendah.

Baru-baru ini harga properti di Tokyo mulai meningkat.

Tapi, meski biaya hidup juga meningkat yang disebabkan pandemi dan inflasi global, kenaikan harga apartemen di Tokyo tetap lebih rendah dibandingkan harga rata-rata di Australia.

"Menurut saya, harga sewa di Jepang sangat terjangkau dibandingkan negara lain," kata Alex Shapiro, agen real estate Tokyo Portfolio.

"Orang-orang biasanya hanya membayar sekitar sepertiga dari gaji mereka untuk biaya sewa."

Perbedaan utamanya adalah ukuran tempat tinggal di Tokyo, dengan rata-rata ukuran rumah sekitar 59,9 meter persegi, menurut Survei Perumahan dan Pertanahan.

Sementara di Sydney, misalnya, rata-rata luas lokasi rumah baru adalah 423 meter persegi, menurut Biro Statistik Australia.

"Orang-orang tidak terlalu menerima tamu ke rumah mereka," ujar Alex.

"Jadi, enggak terlalu membutuhkan ruang tamu yang besar atau sejenisnya. Mereka jadi bisa pergi keluar untuk makan dengan biaya yang enggak terlalu banyak ketimbang beli rumah besar."

Transportasi publik yang memadai

Kekuatan utama lainnya dari Tokyo dengan biaya sewa tempat tinggal yang lebih murah adalah jaringan transportasi umum yang kompleks, tapi bisa selalu dapat diandalkan, menurut Jorge.

Artinya, mereka yang pindah ke tempat yang lebih jauh untuk mendapatkan harga yang lebih murah atau mencari apartemen yang lebih besar, masih tetap bisa menjangkau tempat tujuan mereka dengan mudah.

"Jika Anda ingin tinggal di pusat kota, biayanya akan mahal," ujar Jorge.

"Tetapi kalau enggak keberatan untuk tinggal sedikit di luar pusat kota, atau di pinggiran, bisa tinggal di tempat yang harganya cukup masuk akal."

"Rahasianya tentu saja transit. Ke mana pun di zona metropolitan Tokyo, kita bisa sampai dalam waktu kurang dari sejam."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved