Pelayaran Kawasan Perbatasan Minim Fasilitas
Kamar Dagang Indonesia mengimbau kepada pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan transportasi laut
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang Indonesia mengimbau kepada pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan transportasi laut di kawasan perbatasan, terutama di daerah Tarakan dan Nunukan menuju Tawaw-Malaysia. Pasalnya di daerah tersebut memiliki potensi untuk beraktivitas dan melakukan kegiatan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah, Endang Kesumayadi menuturkan jumlah kendaraan yang menghubungkan Tarakan dan Nunukan belum memenuhi kebutuhan kapasitas yang diharapkan.
"Speed boat yang sekarang tersedia hanya 7 unit dengan kapasitas 40 orang setiap kapalnya, sedangkan idealnya harus ada 20 unit dengan kapasitas sedikitnya 60 orang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas penumpang sekitar 100 ribu orang setiap bulannya,"ujar Endang, di kantornya, Senin (30/9/2012).
Endang mengaku pihaknya telah melakukan penambahan dengan pengadaan beberapa speedboat yang telah beroperasi namun tetap belum bisa menampung dengan optimal. Menurut Endang, dari kalangan swasta telah menyatakan kesediaan untuk memenuhi kebutuhan itu, namun sering menemui hambatan perizinan dari pemerintah daerah.
"Bila pemerintah belum bisa memenuhi pengadaan fasilitas transportasi di kawasan perbatasan, pihak swasta bisa melakukan asalkan perizinannya dipermudah,"jelas Endang.