Rabu, 27 Mei 2026

Cadangan Devisa Mencapai 110,3 Miliar Dollar AS

Jumlah cadangan devisa pada akhir Oktober 2012 mecapai 110,3 miliar dolar AS atau setara dengan 6,1 bulan impor.

Tayang:
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cadangan Devisa terus menunjukkan tren kenaikan. Paling tidak tergambar dalam tiga bulan terakhir ini. Dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI)  yang disampaikan hari ini, Kamis (8/11/2012),  tercatat jumlah cadangan devisa pada akhir Oktober 2012 meningkat mencapai 110,3 miliar dolar AS atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.


Bila ingin dibandingkan, berdasarkan catatan BI, jumlah cadangan devisa  juga naik pada akhir September 2012 dibandingkan posisi akhir bulan Agustus, yaitu mencapai 110,2 miliar dolar AS atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. 

Sementara itu, jumlah cadangan devisa pada akhir Agustus 2012 sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya, yaitu mencapai 109 miliar dolar AS atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Dody Budi Waluyo menyampaikan peningkatan cadangan devisa tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan eksternal dalam perekonomian yang mengalami perbaikan sebagaimana diharapkan. 

Menurutnya, defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 turun menjadi 2,4% dari PDB, lebih rendah dari triwulan II-2012 sebesar 3,5% dari PDB. 

"Perbaikan defisit transaksi berjalan ini disebabkan oleh membaiknya kinerja neraca transaksi perdagangan yang didorong oleh penurunan impor yang cukup tajam, khususnya barang-barang konsumsi, sementara beberapa komoditas ekspor non-migas seperti CPO mulai tumbuh positif," saat membacakan hasil RDG BI, di Gedung BI, Jakarta, hari ini.  

Sementara itu, transaksi Modal dan Finansial (TMF) mencatat peningkatan surplus yang lebih besar. Terutama didorong oleh investasi langsung (FDI). Sehingga secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III-2012 kembali mencatat surplus. 

"Ke depan, NPI pada triwulan IV-2012 diprakirakan akan mengalami surplus yang lebih besar, ditopang oleh membaiknya transaksi berjalan dan meningkatnya surplus TMF, khususnya investasi langsung," jelasnya. (*)
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved