Gejolak Rupiah
Rupiah Kembali Loyo di Rabu Pagi , Tembus Rp 17.800 Per Dolar AS, Mata Uang Asia Lain Menguat
Dibuka melemah terhadap dolar AS, Rupiah tembus Rp 17.834 di awal perdagangan hari ini.
Ringkasan Berita:
- Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,27 persen.
- Disusul, Baht Thailand yang terkerek 0,19 persen. Berikutnya ada dolar Taiwan terangkat 0,11 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rupiah semakin loyo pada hari ini, Rabu (7/5/2026).
Dibuka melemah terhadap dolar AS, Rupiah tembus Rp 17.834 di awal perdagangan..
Ini membuat rupiah melemah 0,21 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.796 per dolar AS.
Baca juga: Tom Lembong Sebut Kriminalisasi Pelaku Usaha Sebabkan Investor Takut dan Rupiah Jeblok
Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia dan berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.
Hingga pukul 09.04 WIB, hanya peso Filipina yang berada di zona merah bersama rupiah setelah turun tipis 0,03 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,27 persen.
Disusul, baht Thailand yang terkerek 0,19 persen. Berikutnya ada dolar Taiwan terangkat 0,11 persen. Lalu, yuan China dan dolar Singapura yang sama-sama terapresiasi 0,05 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia menanjak 0,04 persen. Diikuti, dolar Hong Kong dan yen Jepang yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Rupiah Tembus ke Rp 17.800 Per Dolar AS di Pagi Ini (27/5), Mata Uang Asia Menguat"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rupiah-Ditutup-Menguat-Rp16768-per-USD-Sore-Ini_20260127_214354.jpg)