Kamis, 23 April 2026

Lot Saham Dikurangi, Tak akan Tambah Investor Ritel

Penurunan jumlah saham menjadi 100 lembar per lot dari sebelumnya 500 lembar per lot dinilai tidak akan meningkatkan jumlah investor ritel.

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penurunan jumlah saham menjadi 100 lembar per lot dari sebelumnya 500 lembar per lot dinilai tidak akan meningkatkan jumlah investor ritel. Efek sementara yang bakal ditimbulkan dari rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu hanya meningkatkan frekuensi transaksi harian.

Satrio Utomo, Head of Research PT Universal Broker Indonesia, mengatakan peningkatan investor ritel tidak akan dipengaruhi karena pengurangan jumlah lot saham. Kalaupun ada pengaruhnya, paling hanya kepada investor aktif saja, sedangkan investor pasif tidak akan terpengaruh.

"Saya rasa tidak secara langsung akan menambah jumlah investor retail, tapi efeknya lebih ke likuiditas saham dan jumlah frekuensi transaksinya akan bertambah," katanya, Senin (7/1/2013).

Ia menilai penambahan investor retail lebih dipengaruhi oleh sosialisasi investasi di pasar modal oleh bursa dan perusahaan-perusahaan sekuritas."Sosialisasi lebih berpengaruh terhadap saham, ketimbang pemotongan jumlah saham," katanya.

Namun, ia memperkirakan nilai transaksi bisa lebih besar karena likuiditas saham bisa memancing terjadinya frekuensi yang lebih banyak."Tidak hanya sekedar lima kali lipatnya, bahkan bisa lebih," katanya.

Menurut Satrio, kenaikan frekuensi karena adanya berbagai faktor seperti adanya penambahan jam perdagangan juga bisa menyebabkan kenaikan likuditas saham. "Banyak faktor tetapi saya belum bisa memutuskan secara pasti," katanya.

Ito Warsito, Direktur Utama BEI, sebelumnya mengatakan dengan memperkecil jumlah saham tersebut bisa memberikan kesempatan yang lebih besar dan meringankan investor ritel dalam mengalokasikan dananya ke pasar modal.

"Misalkan satu lembar harga sahamnya sebesar Rp 10 ribu jika harus membeli 1 lot atau 500 lembar saham, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp 5 juta. Jadi jika dipangkas satu lot menjadi 100 lembar mereka hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 1 juta, sehingga sisanya sebesar Rp 4 juta bisa dibelikan saham lain," katanya.

Ito menargetkan rencana pemangkasan jumlah saham dalam satuan lot tersebut dapat diimplementasikan di kuartal II 2013. BEI akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan akan melakukan perubahan sistem terkait perdagangan saham.

Ito mengatakan, rencana itu juga akan meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia. Harapannya adalah dengan memperkecil jumlah saham dalam lot diharapkan investasi di pasar modal Indonesia akan lebih murah.

"Pastinya akan membuat investor ritel menjadi mudah berinvestasi dan menambah jumlah investor ritel kedepannya," tegasnya.

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved