Jumat, 10 April 2026

Saham Syariah Meningkat, Layanan Online Trading Semakin Dibutuhkan

Kebutuhan akan produk syariah semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya pasar modal syariah di Indonesia.

Penulis: Arif Wicaksono

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan akan produk syariah semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya pasar modal syariah di Indonesia. Tahun 2013, diperkirakan terdapat 302 saham yang berbasis syariah yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

302 emiten ini memiliki nilai transaksi yang mencapai Rp3,1 triliun. Jumlah ini mencapai 70 persen dari transaksi BEI yang mencapai 5 triliun.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Pengembangan BEI Frederica Widyasari Dewi. Menurutnya, layanan ini sudah maksimal sehingga sudah selayaknya layanan Online Trading akan dikembangkan.

"BEI mendukung dengan adanya layanan ini, apalagi jumlah sahamnya saat ini sudah ada 302 yang tercatat di ISSI, kapitalisasi marketnya 70 persen dari jumlah keseluruhan di BEI,"kata Frederica dalam launching online trading Mandiri Sekuritas di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Layanan Online trading akan meningkatkan investor yang tertarik masuk ke pasar syariah. Dengan edukasi yang baik serta fasilitas tambahan yang ada, maka investor syariah akan semakin tumbuh.  

"Saat ini porsi saham syariah memang sudah besar, ke depannya akan banyak emiten ingin jadi emiten syariah, saat ini kan tradingnya sudah syariah, layanannya syariah maka diharapkan bank kustodiannya segera ada yang syariah,"tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved