Selasa, 21 April 2026

Hatta Rajasa ke Myanmar

Myanmar Punya Pertanian Unggul, Hatta Rajasa Ajak BUMN Berinvestasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Rajasa berkunjung ke Myanmar dengan membawa rombongan

Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Rajasa berkunjung ke Myanmar dengan membawa rombongan besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Maksud Hatta mengajak para pimpinan BUMN adalah untuk melakukan ekspansi bisnis ke negeri yang dulunya dikenal dengan nama Burma ini. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Kedatangan menteri senior Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) bersama rombongan BUMN ini disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Myanmar, Sebastianus Sumarsono. Dalam acara ramah-tamah di Kantor Kedubes RI, Hatta mengatakan bahwa Myanmar dengan jumlah penduduk mencapai 60 juta jiwa adalah negara yang memiliki potensi menarik. “Untuk itulah saya mengajak BUMN –BUMN tanah air untuk melakukan ekspansi, melihat Myanmar lebih deket, melihat peluang-peluang bisnis dan investasi yang ada di negara ini,” ujar Ketua Umum partai Amanat Nasional ini, Senin (1/4/2013).

Besan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menganggap bahwa ekspansi BUMN ke negara luar adalah sebuah keharusan dalam rangka menunjukkan daya saing Indonesia. Myanmar yang dalam dua tahun terakhir mulai membuka diri terhadap peran asing, bisa menjadi peluang bagi BUMN-BUMN untuk melebarkan sayap bisnis. “Myanmar memiliki pertanian yang unggul. Peluang juga ada di telekomunikasi, energi, perdagangan dan investasi,” jelas Hatta. Namun dia mengingatkan agar BUMN bekerja keras untuk meraih peluang tersebut.

Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) dan terbesar kedua di Asia, setelah China, Indonesia harus mulai melakukan ekspansi. “Apalagi kita mulai menyosong ASEAN Economic Community (AEC),” ungkap menteri kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini.

Hatta berharap kunjungannya ke Myanmar bersama rombongan besar BUMN ini tidak sia-sia. Saat ini sudah ada beberapa BUMN yang berinvestasi di Myanmar, seperti PT Timah Tbk dan PT Antam Tbk. “Saya dengar Semen juga akan segera menyusul, berinvetasi di Myanmar,” tambahnya. Sebagai negara yang memiliki peran dalam mendorong demokrasi di Myanmar, Hatta yakin, kehadiran BUMN-BUMN dari Indonesia akan diterima dengan baik.

Selasa (2/4/2013), Hatta dan rombongan BUMN akan diterima Presiden Myanmar, U Thein Sein. Hatta melihat sambutan hangat dari pemerintah Myanmar menjadi sinyal positif untuk BUMN-BUMN Indonesia. “BUMN-BUMN tidak perlu khawatir, Pak Dahlan (Menteri BUMN) pasti mengijinkan. Saya juga sudah bilang ke Pak SBY bahwa Myanmar memiliki potensi,” tandas Hatta.

Sementara itu menurut Duta Besar RI, Sebastianus Sumarsono, sebagai negara yang banyak membantu Myanmar dalam proses transisi demokrasi, investasi Indonesia masih tergolong kecil. Negara-negara seperti Jepang dan Korea sudah banyak melakukan investasi di Myanmar. Indonesia juga kalah dari Malaysia dan Singapura. “Bahkan kita juga disalip oleh Vietnam yang mulai melakukan ekspansi di Myanmar,” jelas Sumarsono.

Senada dengan Menko Perekonomian, Sumarsono juga menyatakan Myanmar banyak memiliki potensi. “Semuanya ada di Myanmar, dari pertanian, perikanan, pertambangan, mineral perkembunan dan juga hutan (kayu),” terang Sumarsono.

Oleh karenanya, Sumarsono menyambut baik inisiatif Menko Perekonomian yang mengajak BUMN-BUMN berkunjung ke Myanmar dan melihat secara langsung potensi ekonomi yang dimiliki negara tersebut.

Sementara itu sejumlah BUMN yang diajak Hatta berkunjung ke Myanmar adalah PT Timah Tbk, Bukit Asam, Pertamina, Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA), Antam, PT Pupuk Indonesia, PLN, Wijaya Karya, Telkom Internasional, PT DI, Bulog, PT Inti dan Indofarma. Selain itu Hatta juga mengajak Kadin Indonesia dan sejumlah pejabat di Kemeterian Perdagangan dan BKPM.
 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved