Penyaluran Kredit di Jabar Belum Merata
Pada triwulan pertama tahun ini, penyaluran kredit mencapai Rp 210,61 triliun. Itu berarti, nilainya lebih tinggi
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Penyaluran kredit di Jabar selama periode Januari-Maret 2013. mengalami pertumbuhan.
"Pada triwulan pertama tahun ini, penyaluran kredit mencapai Rp 210,61 triliun. Itu berarti, nilainya lebih tinggi 26,95 persen daripada tiga bulan terakhir 2012, yang jumlahnya Rp 203,36 triliun," kata Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, dalam Kajian Ekonomi Regional (KER) triwulan I/2013, di Kantor BI, Senin (13/5/2013).
Penyaluran kredit perbankan mayoritas adalah modal kerja. Persentasenya sebesar 44 persen. Secara nilai mencapai Rp 92,95 triliun. Kredit modal kerja mengalami pertumbuhan 27,84 persen. Akan tetapi, sambung Dian, kondisi sebaliknya terjadi pada kredit investasi dan konsumsi. Pertumbuhan dua sektor kredit tersebut, justru melambat.
Dian pun menyayangkan, penyaluran kredit di Jabar masih belum merata. Mayoritas kredit di Jabar berlangsung di Kota Bandung. Selama Januari-Maret 2013 penyaluran kredti di Kota Kembang itu sebesar 44 persen. "Secara nominal, sejumlah Rp 90,14 triliun. Di Kota Bandung, terjadi pertumbuhan kredit, yang semula 27,61 persen, menjadi 28,57 persen," katanya.
Sementara yang terendah adalah Kabupaten Tasikmalaya, yang nilai penyaluran kreditnya paling hanya sekitar Rp 560 miliar. "Selain itu, pertumbuhannya pun cenderung lambat. Sejak 2010, total pertumbuhan kredit di wilayah itu sekitar Rp 400 miliar," ujarnya.
Di tempat terpisah, Head Region V PT Bank Permata Tbk area Jabar, Singso Setiono, berpandangan, masih belum meratanya penyaluran kredit di Jabar karena terkendala geografis. Dia menilai, masih banyak lembaga perbankan yang sulit menjangkau kawasan-kawasan di Jabar. Walau begitu, Bank Permata tahun ini memproyeksikan pertumbuhan 25 persen. (win)
Penyaluran Kredit di Jabar Januari-Maret 2013
Jenis Kredit Nilai Pertumbuhan
Modal Kerja Rp 92,95 triliun 27,84 persen
Investasi Rp 27,3 triliun 30,88 persen
Konsumsi Rp 90,5 triliun 24,92 persen
Penyerap Kredit di Jabar Januari-Maret 2013
Sektor Persentase
1. Perdagangan, hotel, restoran 24 persen
2. Industri 18 persen
3. Angkutan, komunikasi 3 persen
4. Pertanian 2 persen
sumber: Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten