Selasa, 7 April 2026

Telkom Bangun Infrastruktur Serat Optik di Indonesia Timur

Proyek tersebut dimulai dengan ground breaking (peletakan batu pertama) Maluku Cable System

Penulis: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom),  mulai membangun infrastruktur serat optik untuk pembangunan telekomunikasi di wilayah Indonesia Timur. Proyek tersebut dimulai dengan ground breaking (peletakan batu pertama) Maluku Cable System .

Ground breaking Maluku Cable System (MCS) yang turut dihadiri Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dan Direktur Utama Telkom, Arief Yahya di Ternate, Maluku Utara, Selasa (28/5/2013).

MCS merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sedangkan SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN). Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System, yang awal pembangunannya bahkan telah diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 November 2009 dari Istana Negara.

"Infrastruktur kabel laut ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layanan broadband di Kawasan Timur Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan yang kaya sumber daya alam tersebut. Untuk kali ini akan dimulai dari pembangunan infrastruktur di kawasan Maluku," kata Tifatul Sembiring dalam keterangan resminya.

Tifatul menambahkan, proyek MCS akan memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai, hal ini penting untuk meningkatkan akses broadband untuk semua. "Pembangunan infrastruktur broadband MCS ini akan meningkatkan konektivitas layanan di Indonesia khususnya kawasan timur sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata oleh," ujar Tifatul .

Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km. Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama, yaitu Manado-Ambon-  Fakfak-Timika, Manado -Sorong-Biak-Jayapura, dan Ambon - Kendari, serta 13 cabang meliputi : Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana.

Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32x100 Gigabytes per fiber pair-nya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved