Kamis, 9 April 2026

Investor Labil karena Dua Capres Klaim Menang

"Kalau nanti sudah ada hasil dari KPU, tambah mantap lagi masuk uangnya," ungkap Chairul.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Melompatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai sentimen pencalonan Joko Widodo (Jokowi) memancing pemodal untuk mengambil untung. Aksi ini ditunggangi oleh sikap investor yang mulai rasional dengan kondisi ekonomi global dan regional. Padahal jika melihat transaksi perdagangan saham, pemodal asing justru tengah berduyun-duyung berburu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Asing mencetak aksi beli hingga Rp 5,7 triliun. Pada penutupan perdagangan saham, Senin (17/3/2014), IHSG yang bergerak liar di sesi perdagangan pertama akhirnya tergelincir masuk zona merah. IHSG terpangkas tipis 2,45 poin (0,05%) dan bertahan di level 4.876,18. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tandjung melihat pelaku pasar dan investor dalam keadaan bingung. Pasalnya kedua calon presiden saat ini mengklaim telah menjadi pemenang dalam pemilu 9 Juli lalu, melihat dari hasil Quick Count.

"Sudah ada gerakkan, artinya cuma orang masuk tapi masih tidak terlalu banyak karena masih ada keraguan," ujar Chairul di kantornya, Kamis (10/7/2014).

Chairul pun optimis jika dari KPU pada 22 Juli mendatang sudah memutuskan pemenangnya, otomatis gairah investor semakin bertambah. Uang yang masuk ke pasar modal pun semakin menguat.

"Kalau nanti sudah ada hasil dari KPU, tambah mantap lagi masuk uangnya," ungkap Chairul.

Kendati masih banyak investor yang ragu, namun hal tersebut berimplikasi kepada penguatan rupiah dan Index Harga Saham Gabungan."Iya makanya ini skekarang namanya penguatan itu, Rupiah maupun IHSG karena investor masukkan dananya kan," papar Chairul.

Pasca pilpres H+1, Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pada saat penutupan, Kamis (10/7/2014). Hal ini tercatat melonjak 73,3 poin atau 1,46 persen ke level 5.098,01. Sedangkan mata uang rupiah menguat disekitar level Rp 10.600, atau naik sebelum pilpres dikisaran angka Rp 10.700.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved