Harga Saham
IHSG Anjlok 1 Persen Usai Kemarin Terbang 4 Persen, Pasar Masih Rapuh
Analis sarankan investor tetap selektif, manfaatkan momentum tanpa agresif.
Ringkasan Berita:
- IHSG turun sekitar 1 persen ke kisaran 7.195 setelah sehari sebelumnya melonjak 4,42%.
- Koreksi dinilai wajar karena sentimen global masih fluktuatif dan bersifat sementara.
- Analis sarankan investor tetap selektif, manfaatkan momentum tanpa agresif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (9/4/2026) pagi bergerak di zona merah.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka ambles ke level 7.238,46 dari posisi penutupan kemarin 7.279,21.
Hingga pukul 09.08 WIB, pergerakan IHSG masih betah di zona merah dan bahkan makin merosot di level 7.195, atau turun 1,15 persen.
Baca juga: IHSG Kemarin Ditutup Melonjak 4,4 Persen, 10 Saham Dijual Asing, Berikut Pilihan Saham Hari Ini
Sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 09.09 WIB, IHSG bergerak pada rentang 7.191,59. hingga 7.244,83.
Ada 214 saham menguat, 257 saham melemah, dan 390 saham stagnan.
Adapun nilai transaksi perdagangan Rp2,12 triliun dengan melibatkan 3,83 miliar lembar saham.
Tercatat, pada perdagangan kemarin, Rabu (9/4/2026) ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,21.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin bersifat jangka pendek imbas meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama setelah Selat Hormuz kembali dibuka.
Ia menyebut, selama gencatan bersifat sementara dan sangat bergantung pada dinamika politik, volatilitas pasar dinilai masih akan tinggi. Apalagi, Karakter kebijakan Trump yang cenderung berubah cepat menjadi faktor risiko utama.
Jika dalam dua minggu ke depan tidak tercapai kesepakatan permanen atau bahkan terjadi eskalasi ulang, pasar berpotensi kembali terkoreksi, terutama jika harga minyak kembali melonjak dan menekan inflasi global.
Dari sisi teknikal, IHSG kini memasuki fase krusial. Selama mampu bertahan di atas area 7.200, peluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.320–7.350 masih terbuka.
Bahkan, dengan dukungan aliran dana asing dan stabilitas global, IHSG berpotensi menguji level 7.400 dalam jangka menengah.
“IHSG kini memasuki fase penting. Jika mampu bertahan di atas area 7.200, maka peluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.320–7.350 terbuka lebar. Bahkan, jika didukung oleh aliran dana asing dan stabilitas global, bukan tidak mungkin IHSG kembali menguji area 7.400 dalam jangka menengah,” paparnya.
Sebaliknya, jika gagal bertahan, indeks berisiko kembali ke area konsolidasi 7.000–7.100.
Dengan demikian, momentum saat ini dapat dipandang sebagai awal pemulihan, namun belum sepenuhnya mengkonfirmasi trend reversal yang solid.
Dalam kondisi tersebut, investor disarankan tetap disiplin dan selektif.
Momentum penguatan dapat dimanfaatkan untuk akumulasi saham yang sebelumnya terdiskon, namun tidak dilakukan secara agresif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Anjlok-dan-Sempat-Trading-Halt_20250318_163326.jpg)