Duet Jokowi JK
Rizal Ramli: Warisan SBY Jadi Bom Waktu Pemerintahan Jokowi-JK
Masalah ini ada empat defisit, yakni defisit perdagangan, current accounts, balance of payments, dan APBN
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur, mengatakan pemerintahan baru, Jokowi-Jusuf Kalla akan menghadapi tiga masalah sulit. Salah satunya, warisan pemerintahan SBY akan menjadi bom waktu.
Masalah pertama, oposisi yang kuat dan agresif. Walaupun begitu, oposisi jangan selalu dianggap negatif, karena dapat dijadikan counterpart check & balance.
Masalah sulit kedua, warisan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bisa jadi bom waktu. Masalah ini ada empat defisit, yakni defisit perdagangan, current accounts, balance of payments, dan APBN.
Media ramai hanya soal APBN, padahal yang paling berbahaya defisit current accounts, yakni defisit tranksasi berjalan.
Menurut mantan Kepala Badan Urusan Logistik, defisit transakti berjalan mencapai 9,1 milliar dolar AS, atau 4,27 persen Gross Domestic Product (GDP).
"Defisit transaksi berjalan tertinggi setelah krisis ekonomi 1998. Defisit current acccount yang besar menjadi penyebab utama rupiah terus anjlok hingga anjlok 13.000 per dolar AS," ujar Rizal Ramli dalam pernyataan tertulis kepada Tribunnews, Jumat (17/17/2014) pagi.
Ia memprediksi, nilai tukar rupiah melemah diperkirakan akan berlangsung sampai Desember 2014.
"Pejabat tinggi ekonomi ngerti korporasi dan projek, tapi tidak paham ekonomi makro. Bagai pilot salah pencet instrument di kokpit. Makin terpuruk," ujar Rizal.
Warisan quatro deficits SBY buat makro ekonomi lampu kuning. Prioritas pemerintah baru, kembalikan kondisi fundamental ekonomi lampu hijau.
Masalah sulit ketiga, ekonomi Asia seperti Tiongkok dan Jepang sedang alami koreksi dan perlambatan. Tapi ini juga momentum untuk menjadi top performer di Asia.
APBN 2015 yg disiapkan SBY & Chatib Basri penuh jebakan batman yang mewariskan masalah dan nyaris tidak ada ruang fiskal untuk program Jokowi.
Prioritas penting Jokowi adalah bongkar APBN 2015 yang penuh masalah dengan terobosan inovatif agar ada ruang fiskal untuk program pro-rakyat.
"Perhitungan kami, dengan membuat BBM Rakyat dan prinsip subsidi silang, dan kebijakan terobosan, bisa disediakan tambahan ruang fiskal 500 triliun," ujarnya.
Di luar APBN, revaluasi asset BUMN (Rp 450 triliun) akan meningkatkan nilainya 2-3x. Spt RR lakukan di PLN tahun 2000, aset PLN naik 4x, diatas 200T. Modal PLN naik dari minus 9 triliun menjadi plus 103 triliun.
Dengan revaluasi, modal BUMN akan meningkat sangat besar, kapasitas pinjaman BUMN tambah 100 miliar dolar AS. Seperti di Tiongkok, BUMN akan jadi motor pembangunan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140402_153554_jokowi-dan-rizal-ramli.jpg)