Senin, 1 September 2025

Atasi Pelemahan Rupiah, Pemerintah Kembangkan Produk Dalam Negeri dan Dongkrak Ekspor

pemerintah akan terus mengembangkan produk dalam negeri dan mendongkrak ekspor

Warta Kota/henry lopulalan
ROADMAP PEREKONOMIAN - Ketua umum APINDO Sofjan Wanandi (tengah bersama Presiden Terpilih Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Terpilih M. Jusuf Kalla saat peluncurannya Roadmap perekonomian Apindo ke dokumen perencanaan pembangunan Kepemimpinan Nasional 2014-2019 Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/9). APINDO menfokuskan pada lima sektor yakni, pangan dan pertanian, energi, manufaktur, jasa, dan finansial, serta lintas sektor terkait kepastian hukum, otonomi daerah, reformasi birokrasi, ketenagakerjaan, dan infrastruktur dengan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2015, 7% pada 2016, dan 7,5% pada 2017-2019. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Bahkan sudah mencapai titik Rp 13.308 per dolarnya.

Mengatasi hal tersebut pemerintah akan terus mengembangkan produk dalam negeri dan mendongkrak ekspor serta mengurangi ketergantungan bahan baku dari luar negeri.

"Kita sedang menjaga agar rupiah terkendali, memang karena penurunan yang tidak pernah kita alami selama ini," ujar Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, Selasa(9/6/2015).

Menurut Sofjan, faktor terus melemahnya rupiah karena keadaan ekonomi di AS yang terus membaik dan membuat mata uang dolar menguat nilai tukarnya, termasuk terhadap rupiah.

Karena itulah kata Sofjan masyarakat jangan khawatir ihwal kondisi tersebut.

Justru kekhawatiran menurut Sofjan bisa berujung kepada spekulasi yang berdampak kepada semakin melemahnua nilai tukar rupiah.

"Saya kira statement (pernyataan) tidak perlu, realisasi saja," jelasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan