Adopsi AI Berikan Nilai Tambah Berkelanjutan ke Sektor Bisnis
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mendukung bisnis koperasi yang selama ini identik dengan model usaha berbasis komunitas.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) memiliki peran tinggi dalam mendorong daya saing bisnis di era digital, termasuk bagi koperasi yang selama ini identik dengan model usaha berbasis komunitas.
Iliona Palomitta, Direktur PT Kana Indonesia Industri mengatakan, pemanfaatan AI membantu mempercepat proses pengambilan keputusan serta mempersonalisasi pengalaman pelanggan dengan cara yang lebih efektif.
Menurutnya, adopsi AI merupakan langkah penting agar tetap adaptif menghadapi dinamika bisnis yang semakin digital.
Menurut Iliona, adopsi AI bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan kebutuhan mendesak bagi perusahaan maupun koperasi agar mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
Teknologi, kata dia, harus dipadukan dengan orientasi sosial sehingga inovasi yang lahir tidak hanya mendorong keuntungan, tetapi juga memperkuat manfaat bagi masyarakat.
“AI bisa membantu perusahaan dan koperasi memahami perilaku pasar, memprediksi kebutuhan konsumen, sekaligus mengefisienkan rantai pasok. Namun lebih dari itu, AI harus diarahkan untuk menciptakan dampak sosial yang nyata,” ujarnya saat tampil sebagai panelis dalam Breakout Session – New Brand Management with AI di ajang Surabaya Marketing Week 2025 di Surabaya, belum lama ini.
Pandangan Iliona selaras dengan capaian Koperasi Kana yang meraih penghargaan Entrepreneurial Marketing Corporate for Impact 2025 di ajang yang sama.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Founder dan Chairman Markplus, Hermawan Kartajaya, kepada Ketua Koperasi Kana, Jonathan Danang Wardhana.
Hermawan menilai, Koperasi Kana berhasil memadukan strategi bisnis modern dengan semangat koperasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Ini contoh nyata bagaimana koperasi bisa bertransformasi menjadi entitas yang inovatif sekaligus berdampak sosial,” katanya.
Baca juga: Teknologi AI Real Time Bantu Perusahaan Ambil Keputusan Lebih Cepat dan Tepat
Koperasi Kana tengah menyiapkan inisiatif baru bertajuk Koperasi Manis, yang bertujuan menggandeng koperasi daerah, khususnya Koperasi Merah Putih, sebagai pemasok dan distributor gula putih.
Dalam program ini, AI akan digunakan untuk memantau distribusi, menganalisis tren pasar, serta menjaga kualitas produk dengan harga yang tetap kompetitif. Dengan begitu, jaringan distribusi pangan lokal dapat lebih efisien sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Bagi Koperasi Kana, adopsi AI bukan hanya soal efisiensi internal, tetapi juga strategi memperluas manfaat sosial.
Baca juga: Teknologi AI dan Platform No-code Dapat Diintegrasikan untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Lewat inisiatif berbasis teknologi ini, koperasi diharapkan dapat menjawab tantangan besar: menjaga daya saing di tengah era digital, sekaligus menunaikan misi memberdayakan komunitas lokal.
“Kami percaya, teknologi harus dipakai untuk menciptakan dampak positif, tidak hanya untuk pertumbuhan bisnis tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutup Iliona.
Sekolah Rakyat Jadi yang Pertama Gunakan AI Talent DNA di Indonesia |
![]() |
---|
IFLS 2025 Dorong Adopsi AI di Dunia Pendidikan |
![]() |
---|
Persaingan AI Memanas: Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI atas Dugaan Kolusi Antimonopoli |
![]() |
---|
Praktisi Pemasaran Didorong Manfaatkan AI di Intrigue MAdVerse Summit 2025 |
![]() |
---|
AI Dinilai Tak Bisa Dilepaskan dari Tanggung Jawab Etis dan Perlindungan Data |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.