Pemerintah Perlu Antisipasi Krisis Yunani
Sofjan mengaku sudah menemui langsung para pelaku usaha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semua pihak masih terus menunggu apakah Yunani akan keluar dari Uni Eropa akibat hutang yang tidak bisa dibayar. Namun demikian menurut Ketua Tim Ahli Wakil Presiden RI Sofjan Wanandi, pemerintah bisa mengambil langkah antisipatif.
"Kita paling kena capital market dan exchange rate, nah kita antisipasikan ini supa tidak bergejolak, kita perbaiki cash flow pemerintah sendrii," kata Sofjan kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).
Pihak perbankan pun menurutnya juga harus mempersiapkan diri, karena skenario terburuk dari krisis Yunani adalah menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Dengan kata lain nilai tukar rupiah akan kembali melemah terhadap dollar AS.
"Dipersiapkan juga bank-bank, karena dolar menguat pastinya," ujar Sofjan.
Sementara bagi pasar tradisional menurutnya krisis Yunani belum dirasakan para pedagang. Sofjan mengaku sudah menemui langsung para pelaku usaha, termasuk kenalannya yang memiliki mal. Ia dilaporkan bahwa saat ini daya beli masyarakat cukup tinggi.
"Teman saya yang punya mal-mal juga bilang,'Wah Sofjan naik semua (penjualan)," jelasnya.