Rabu, 6 Mei 2026
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Ketua MPR Tampung Aspirasi Petani Bawang Merah Indonesia

Kunjungan petani bawang merah tersebut dalam rangka mengadukan nasib yang selalu mendapatkan harga murah

Tayang:
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Petani bawang di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sedang menyiangi hasil panen mereka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan petani bawang merah Indonesia yang berasal dari lima daerah penghasil bawang yaitu Brebes, Majalengka, Nganjuk, Probolinggo, dan Bima NTB.

Kunjungan petani bawang merah tersebut dalam rangka mengadukan nasib yang selalu mendapatkan harga murah setiap melakukan panen.

Umar Jahidin, wakil petani bawang merah mengadukan keluh kesah saat menjalani sebagai petani bawang. ‎Menurut Umar, petani tidak dapat menikmati harga bawang merah yang mahal saat dibeli oleh konsumen.

"Problem kita, kita tidak pernah mendapatkan untung ketika harga bawang merah tinggi dibeli konsumen. Kami tetap dapat harga jual yang rendah," kata Umar di ruang kerja Zulkifli Hasan, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Menanggapi keluhan petani bawang Indonesia, Zulkifli mengatakan perlu adanya keseriusan pemerintah untuk membantu mensejahterakan para petani bawang Indonesia.

Menurutnya, jangan sampai petani mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah disaat musim panen tiba.

"Harusnya jangan berikan bantuan bibit saat panen datang. Jangan ikuti siklus anggaran, tapi ikuti siklus musim tanam," kata Zulkifli.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta pemerintah serius menjembatani petani dengan konsumen.

Dengan adanya jembatan antara petani dengan konsumen maka petani akan mendapatkan keuntungan yang nyata.

"‎Tata niaganya harus diatur. Diperlukan ada yang menjembatani antara petani dengan konsumen," ujarnya.

Mantan Menteri Kehutanan itu mengatakan, ‎petani juga perlu mendapatkan dana talangan dari pemerintah. Hal itu dimaksudkan agar saat mengalami panen lalu harga anjlok, dengan adanya dana talangan itu petani dapat bertahan.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved