Senin, 1 September 2025

KJA Tilapia Milik JAPFA Bisa Beroperasi Tanpa Limbah

Pola pengelolaan tersebut memungkinkan tidak ada limbah yang dari proses budidaya yang dibuang ke Danau Toba

zoom-inlihat foto KJA Tilapia Milik JAPFA Bisa Beroperasi Tanpa Limbah
PT Japfa Comfeed Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keramba jaring apung (KJA) Milik PT Suri Tani Pemuka (STP), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) dipastikan bisa beroperasi dengan menerapkan prinsip sustainable fisheries.

Pola pengelolaan tersebut memungkinkan tidak ada limbah yang dari proses budidaya yang dibuang ke Danau Toba.

"Pengelolaan limbah keramba menggunakan lift up system sehingga bisa diminimalisir, penggunaan teknologi ini sudah tepat. Mereka mengikuti kaidah budidaya yang baik," ujar Shahandra Hanitiyo, Kepala Bagian Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya dalam pernyataannya, Rabu(20/7/2016).

Lift up system adalah sebuah alat untuk menarik kotoran ikan dan juga ikan mati yang berada di bawah keramba.

Keberadaan alat tersebut yang membuat operasional budidaya Ikan tilapa milik STP dengan merk Toba Tilapia tersebut mampu berjaringn secara berkesinambungan dari aspek lingkungan.

“Tak hanya menggunakan lift up system, kami juga mengembangkan teknologi pembuatan pakan dengan kadar Phospor rendah dan memanfaatkan feed broadcaster untuk memberikan pakan ikan,” ujar Rachmat Indrajaya, Direktur External Relation JAPFA.

“Dengan dua metode tersebut memungkinkan pakan yang ditebar ke KJA sesuai dengan kebutuhan ikan dan tidak ada yang terbuang percuma,” lanjutnya.

Feed Broadcaster merupakan alat untuk menebar pakan ikan.

Dengan alat tersebut memungkinkan pakan akan tersebar merata dan terkonsumsi dengan baik oleh ikan.

Modifikasi alat dan pakan memungkinkan budidaya yang dilakukan STP tetap dapat menjaga kualitas air di Danau Toba.

Modifikasi dari JAPFA tersebut mendapatkan dukungan positif dari KKP terutama dari Litbang KKP.

“Kita perlu mengedukasi pejabat-pejabat, karena semua indsutri pasti ada limbahnya, tapi bagaimana memgaturnya agar bisa terus berkelanjutan,” ujar Prof. Endi Setiadi Kartamihadja, Peneliti Senior Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Budidaya ikan tilapia yang dapat terus menjaga kelestarian lingkungan adalah sebuah keniscayaan.

Berbekal teknologi yang mumpuni serta niat untuk juga terus melestarikan lingkungan merupakan salah satu kuncinya.

Dengan dukungan dari budidaya yang memperhatikan lingkungan maka industri perikanan di Danau Toba malah dapat menjadi salah satu pilar dalam pengembangan Danau Toba daerah destinasi wisata.

“JAPFA mendukung penuh keinginan pemerintah untuk menjadikan toba sebagai daerah destinasi wisata unggulan Indonesia,” tambah Rachmat.

“Kami siap berkolaborasi seluruh elemen untuk mewujudkan cita-cita mulai tersebut,” imbuhnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan