2 Tahun Jokowi JK

Dua Tahun Jokowi, Indef: Peringkat Daya Saing Global Indonesia Malah Turun

pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam dua tahun ini tidak mampu memperbaiki peringkat daya saing global.

Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM/BIROPERS/AGUS SUPARTO
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi jalan-jalan di Pantai Pulau Miangas - Dalam acara kunjungan kerjanya (19/10) pagi ke Pulau Miangas, Desa Miangas, Kecamatan Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya Bandar Udara Miangas yang baru saja selesai direnovasi pembangunannya, yakni memperpanjang runway menjadi 1400 m serta dibangun terminal kedatangan dan keberangkatan penumpang yang standar dan memadai. Usai meresmikan Bandar Udara Miangas, Presiden Jokowi beserta rombongan berkeliling Pulau Miangas menggunakan bus kecil. Sesaat sampainya di sebelah selatan Pulau Miangas, mendadak bus berhenti. Presiden Jokowi pun turun didampingi Ibu Negara Iriana. Keduanya lantas berjalan-jalan dengan santai di atas tebing beton di tepi pantai yang nampaknya sengaja dibangun sebagai penahan abrasi. Tanpa diduga semua orang, mendadak Presiden Jokowi turun sendirian dari tebing beton dan berjalan ke arah pantai yang terlihat surut. Sesampainya di bibir pantai Presiden Jokowi pun berjongkok mencuci tangannya dengan air laut dan membasuh mukanya. Usai cuci muka dengan air laut Pulau Miangas, Presiden Jokowi kembali k atas tebing beton menghampiri Ibu Negara dan mengajak masuk ke mobil jenis double cabin dengan plat nomor merah bertuliskan Indonesia serta kembali melanjutkan perjalanan menuju terminal melewati Bandar Udara Miangas lewat landas pacu. text dan foto-foto Agus Suparto Fotografer Kepresidenan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam dua tahun ini tidak mampu memperbaiki peringkat daya saing global. 

Peneliti dari Indef Eko Listiyanto mengatakan, dalam dua tahun terakhir peringkat global competitiveness index Indonesia menurun dari 34 ke level 37 dan kemudian terus turun menjadi di peringkat 41 pada saat ini.

"Ini menjadi lampu kuning bagi Indonesia terkait daya saing" kata Eko di kantor Indef di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Menurut Eko, penurunan peringkat global tersebut dikarenakan adanya pemburukan dibeberapa aspek, seperti institusi terkait perizinan, tingkat kesehatan, kesehatan yang menurun, ketersediaan teknologi, inefisiensi pasar dan kurangnya inovasi.

"Survei menunjukkan rangking kita menurun, seperti anak sekolah kalau rangking turun harusnya evaluasi diri, di Asia Tenggara memang banyak yang turun, namun tidak semuanya turun, seperti India yang nyaris semua indikatornya naik," tutur Eko.

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya 13 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah tidak mampu membuat pertumbuhan ekonomi melesat dengan cepat, padahal harapan pemerintah stimulus tersebut dapat mendongkrak kinerja perekonomian.

"Dalam kacamata global, daya saing global kita itu memburuk dan paket ekonomi ini minim implementasi, 13 paket ekonomi ditebar namun faktanya kemudahan berbisnis kita mendapatkan peringkat di atas 100," papar Eko.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved