Senin, 8 Juni 2026

KTT IORA

Jakarta Concord Pintu Masuk RI Perluas Pasar Ekspor

Lewat komitmen Jakarta Concord di antara negara-negara IORA, sejumlah kendala untuk meningkatkan perdagangan diyakini bisa teratasi.

Tayang:
Editor: Sanusi
ISTIMEWA
Presiden Joko Widodo saat membuka Business Summit KTT IORA ke-20, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (6/3/2017) (IORA Summit 2017/Rosa Panggabean/Spt/17) 

Dilihat dari negara-negara yang tergabung di IORA, saingan terberat Indonesia, termasuk untuk produk perikanan dan martim di antaranya Malaysia, India, dan Singapura yang memiliki teknologi perikanan yang modern. Begitu juga dengan Australia yang memiliki sumber daya dan keungulan teknologi.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Australia contohnya, selama tahun 2010-2011 memang sempat mengalami surplus, masing-masing 145,3 juta dolar AS dan 405,4 juta dolar AS. Namun, selama tahun 2012-2015, neraca perdagangan Indonesia dengan Australia justru terus mengalami defisit, dari 392,2 juta dolar AS sampai 1,1 miliar dolar AS di 2015.

Berdasarkan data UN Comtrade, terlihat beberapa tahun terakhir untuk sejumlah komoditas pangan utama Indonesia masih lebih banyak melakukan impor dari Australia seperti daging, gula dan garam. Begitu juga dengan komoditas tekstil dan produk tekstil seperti katun dan sutera.

Dengan sejumlah kesepakatan di IORA, Indonesia bisa melebarkan sayap perdagangan ke sejumlah negara di Afrika yang masih memiliki daya beli seperti Afrika Selatan dan memperbaiki neraca perdagangan secara umum.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved