Sampah di Indonesia, Sebanyak 14 Persennya Sampah Plastik

Khusus sampah di Jakarta, totalnya bisa menghasilkan sekitar 8.000 ton per hari

Penulis: Eko Sutriyanto
TRIBUN/HO
Pengunjung meneliti kemasan minuman Coca Cola dalam acara diskusi kontribusi nyata terhadap lingkungan melalui teknologi ASSP di Jakarta, Selasa (13/6/2017). Sistem Coca-Cola meluncurkan lini produksi terbarunya di Indonesia yang dinamakan botol Affordable Small Sparkling Package (ASSP). Pengembangan teknologi yang bekerja sama dengan KHS GmbH, Jerman, memungkinkan Coca-Cola memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dan lebih ringan yang merupakan jenis pertama di Indonesia. Teknologi ini mengurangi penggunaan plastik hingga lebih dari 40% atau lebih dari 800 ton per tahunnya di Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sampah plastik,  masih menjadi persoalan  serius yang dihadapi karena cukup lama baru terurai tanah.

Dr Ir Gabriel Soedarmini Boedi Andari, M.Eng dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia saat ini sekitar 14 persen didominasi oleh sampah plastik.

Dominasi sampah lainnya adalah dari sampah organik.

"Jumlahnya sekitar 175 ribu ton per hari atau 64 juta per tahun," ujar Gabriel di Jakarta, belum lama ini.

Sampah di Jakarta, totalnya bisa menghasilkan sekitar 8 ribu ton per hari.

Fakta ini mendorong Coca-Cola menghadirkan  produknya yang menggunakan wadah plastik yang ramah lingkungan dan mudah didaurulang yang dinamakan Affordable Small Sparkling Package (ASSP).

"Tujuannya adalah mencegah terciptanya limbah yang berlebihan namun tetap memberikan produk-produk berkualitas tinggi dan aman," kata Triyono Prijosoesilo sebagai Public Affairs & Communications Director Coca Cola Indonesia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved