Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,2 Persen Tahun Depan
"Kalau pertumbuhan ekonomi dunia meningkat, kita akan memperoleh banyak keuntungan dari perkembangan itu."
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengusulkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar 5,2%.
Angka tersebut lebih tinggi dari target dalam APBN yang dipatok sebesar 5,1%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, yang mewakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang tengah menghadiri pertemuan G-20 di Jerman, mengatakan, kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut mempertimbangkan perbaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,4% menjadi 3,5%.
Selain itu, juga mempertimbangkan perbaikan pertumbuhan volume perdagangan dunia dari 3,7% menjadi 3,8%.
"Buat Indonesia, yang kedua ini yang lebih penting. Kalau pertumbuhan ekonomi dunia meningkat, kita akan memperoleh banyak keuntungan dari perkembangan itu," kata Darmin Nasution saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (6/7/2017).
Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5%.
Baca: Sidang Paripurna DPR Kukuhkan Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso Ketua
Hal ini didorong oleh perbaikan ekspor dan impor yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat.
Pemerintah juga memperkirakan ekspor dan impor dalam RAPBN-P tahun ini tumbuh masing-masing 4,8% dan 3,9% dari sebelumnya masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2%.
Meski demikian, pemerintah memperkirakan konsumsi pemerintah hanya tumbuh 4,6%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%.
Begitu juga dengan investasi yang diperkirakan hanya tumbuh 5,4%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 6%.
Reporter: Adinda Ade Mustami
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/darmin-nasution_20170706_143034.jpg)