Tekan Biaya Produksi, PLN Akan Akuisisi Tambang Batu Bara
PLN berencana mengakuisisi tambang batu bara sebagai usaha perseroan dalam menekan beban biaya produksi listrik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana mengakuisisi tambang batu bara sebagai usaha perseroan dalam menekan beban biaya produksi listrik.
Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan, pembelian tambang batu bara saat ini masih dalam kajian dan telah masuk ke rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) perseroan.
Dalam memproduksi listrik, PLN mayoritas menggunakan batu bara, sehingga akan menjadi rawan bagi biaya produksi perseroan ketika harga batu bara mengalami kenaikan, dimana harga batu bara yang dibeli PLN menggunakan harga pasar.
"Jadi kalau bisa menguasai tambang batu bara, kami bisa menekan biaya produksi. Setidaknya 20 persen dari kebutuhan energi prima batu bara bisa dipenuhi sendiri," tutur Made.
Menurut Made, dengan menurunnya biaya produksi listrik maka secara bertahap harga tarif dasar listrik yang dinikmati masyarakat akan turun dan beban pemerintah untuk subsidi sektor ini menjadi berkurang.
"Kalau sekarang ada yang jual (tambang batu bara) dengan harga murah, ya kami beli," ucap Made.
Sementara untuk kebutuhan investasi akusisi tambang batu bara, Made tidak dapat memastikan angkanya secara jelas karena tergantung lokasi tambang dan kalori dari batu bara tersebut.
"Lokasinya Kalimantan dan Sumatera, karena batu bara ada di dua tempat itu," papar Made.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pln-promo-gemerlap-lebaran-2017_20170620_211024.jpg)