Breaking News:

3 Tahun Jokowi JK

3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Kinerja Kemenperin Semakin Moncer

Kinerja Kementerian Perindustrian selama tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla makin moncer.

Kemenperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada wartawan seusai Konferensi Pers mengenai capaian kinerja di sektor perindustrian selama periode tahun 2015-2017 dalam rangka tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK (Kerja3ersama) di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 23 Oktober 2017. 

Sejalan dengan peningkatan jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja, maka nilai investasi sektor industri juga meningkat menjadi Rp 706,9 Triliun pada periode tahun 2015-2017 dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya mencapai Rp 195,6 Triliun. Nilai investasi ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai Rp 1.759 Triliun pada periode dua tahun kedepan.

Demi mendukung ketersediaan sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung industri nasional sekaligus mengurangi pengangguran, Kemenperin melakasanakan program pendidikan vokasi dan pelatihan industri yang link & match sesuai dengan kebutuhan sektor industri.

Pada tahun 2017 telah dilakukan program pendidikan vokasi yang link & match dengan melibatkan 565 industri dan 1.795 SMK serta menghasilkan 254.037 tenaga kerja kompeten yang bersertifikat.

Karena itu, Kemenperin optimis dapat memenuhi target presiden untuk menghasilkan 1 juta tenaga kerja kompeten. Melalui program pendidikan vokasi sampai dengan tahun 2019 ditargetkan menghasilkan 1.104.767 tenaga kerja tersertifikasi sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, program hilirisasi industri berbasis agro dan tambang mineral menghasilkan berbagai produk hilir antara lain turunan kelapa sawit, stainless steel, dan smartphone.

Kapasitas produksi kelapa sawit dan turunannya pada tahun 2017 meningkat menjadi 48 juta ton dibandingkan tahun 2014 yang hanya mencapai 42 juta ton. Demikian juga rasio ekspor produk hulu-hilir kelapa sawit meningkat dari 34 persen CPO dan 66 persen turunannya menjadi 22 persen CPO dan 78 persen produk turunan kelapa sawit.

Di sektor logam, hilirisasi naik signifikan. Periode tahun 2015-2017 telah berproduksi industri smelter terintegrasi dengan produk turunannya berupa stainless steel dengan kapasitas 2 juta ton dan diprediksi akan terus meningkat hingga 3 juta ton pada akhir tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya mencapai 65 ribu ton produk setengah jadi berupa ferro nickel dan nickel matte.

Adapun kapasitas produksi smartphone pada periode tahun 2015-2017 meningkat menjadi 26,55 juta unit dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya mencapai 18,65 juta unit. Kemudian, produksi semen pada tahun 2015 – 2017 menjadi 112,97 juta ton dari tahun 2014 sebesar 69,45 juta ton.

Kemenperin pun mendorong pengusaha IKM meninggalkan model bisnis konvensional dan fokus ke model digital. Melalui program e-smart IKM Kemenperin berhasil memfasilitasi 1.165 unit usaha untuk membuka pasar secara on-line dan diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2019 hingga mencapai 9.510 unit usaha.

Penulis: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved